PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya 96 pencari kerja mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi angkatan pertama 2020 di Balai Latihan Kerja (BLK) Pelaihari.
Pelatihan berbasis kompetensi angkatan pertama 2020, dibuka Bupati Tanah Laut, H Sukamta, di Aula
BLK Pelaihari, Kamis (12/3), dengan secara simbolis memakaikan seragam kepada
peserta pelatihan.
Untuk pelatihan ini, ada 6 kejuruan yang dibuka. Yakni,
pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian
sesuai style, desain grafis, teknisi AC split, mengerjakan finishing teknis
semprot dan pengelasan SMAW 3G.
Menurut Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian Tala,
Masturi Sulaiman, pelatihan ini merupakan perwujudan visi misi Tanah Laut
Berinteraksi.
“Salah satu misinya, berkarya untuk meningkatkan kualitas
SDM yang ada di Kabupaten Tala dengan memberikan pelatihan kepada 500 pencari
kerja setiap tahun,” jelas Masturi.
Sepanjang 2019, lanjut kadis, secara umum di Kabupaten
Tanah Laut sudah ada 2.419 pencari kerja yang mendapatkan pelatihan, 900 di antaranya
mengikuti uji kompetensi dan mendapat sertifikat dari Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP).
Ke-2.419 tenaga siap kerja tersebut, bukan hanya dihasilkan
BLK Pelaihar. Melainkan juga mengikuti pelatihan di LPK swasta yang ada di
Tala, BLK Komunitas dan Balai Besar Pelatihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja.
“Kita juga didukung BLK Komunitas dan LPK swasta.
Bahkan ada LPK yang membuka pelatihan servis handphone. LPK dan BLK komunitas
ini yang mengcover BLK Pelaihari,” ujarnya.
Masturi Sulaiman menargetkan, di 2020 ini ada 2.172
tenaga siap kerja di Kabupaten Tala. Meski targetnya hanya 500 tenaga kerja
siap pakai setiap tahunnya.
“Namun kita dapat melebihi target, yaitu 2.419 di 2019
lalu. Sedang di 2020, kita targetkan ada 2.172 yang mendapat pelatihan kerja,”
tandas Masturi.
Sementara H Sukamta mengatakan, ke-96 peserta pelatihan berbasis
kompetensi merupakan orang beruntung.
“Karena sebelumnya ada ratusan orang yang mendaftar, dan
hanya mereka yang diterima dan dapat mengikuti pelatihan kerja di BLK
Pelaihari,” imbuh bupati.
Oleh sebab itu, sambung Sukamta, milikilah tujuan dan
impian setelah mengikuti pelatihan di BLK Pelaihari. Jangan sampai ikut
pelatihan tapi tidak memiliki tujuan atau impian. Karena akan sia-sia ilmu yang
didapat.
Sukamta mendorong para peserta pelatihan agar menjadi
entrepreneur ke depannya. Karena jika hanya menjadi karyawan atau anak buah,
maka penghasilannya akan kecil. Sebab hanya mengharap upah dari pemilik usaha.
(zkl/foto: ist)