BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bank Kalsel menargetkan Rp 500 miliar untuk realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2020 ini, sebagai upaya kongkrit dalam mendorong peningkatan kredit di sektor prodiktif.
“Target ini jauh lebih besar dibandingkan 2019 lalu yang
hanya mencapai Rp 300 miliar,” jelas Direktur Utama Bank Kalsel, Agus
Syabaruddin, kemarin.
Kebijakan Bank Kalsel ini, sambung Agus, untuk mendukung
upaya pemerintah daerah dalam menggeliatkan sektor ekonomi yang ada di Banua.
“Untuk mendukung upaya tersebut, Bank Kalsel memiliki
program seperti Pasarl Murah dan Pasar Mikro,” ujar Agus.
Melalui program ini, lanjut Agus, diharapkan akan menjadi
wadah pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar dapat
memahami teknis pengembangan usaha yang baik dan benar.
Supaya ke depannya dapat mengakses permodalan usaha dengan
perbankan agar bisnisnya makin berkembang.
Kalau usaha UMKM bisa berkembang dengan baik melalui
pelatihan dan permodalan dari perbankan, maka tentu juga akan berimbas kepada
peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalsel ke depannya.
“Program Pasar Murah dan Pasar Mikro ini sebenarnya sudah
tiga 3 tahun belakangan kita jalankan secara konsisten. Artinya, Bank Kalsel
sudah sejak lama serius dalam melakukan pembinaan UMKM dan meningkatkan
realisasi, KUR-nya,” tandasnya.
Menurut Agus, 2019 lalu realisasi pertumbuhan kredit Bank
Kalsel secara umum mencapai angka Rp10,44 triliun.
Angka ini naik dibanding realisasi 2018 yang hanya Rp 8,97
triliun, dan realisasi 2017 yang bahkan hanya mampu tembus diangka Rp 8,31
triliun.
“Jika dibanding realisasi pertumbuhan kredit 2018 lalu,
ada kenaikan sebesar 16,45 persen. Dari realisasi kredit sebesar Rp10,44 triliun,
disumbang oleh konvensional sebesar Rp 9,51 triliun, dan syariah sebesar Rp 933
miliar,” imbuhnya.
Begitupun di tengah situasi turbulensi ekonomi yang masih
belum pulih, kredit produktif masih tumbuh sebesar 30,55 persen.
Petumbuhan itu terdiri dari kredit modal kerja Rp 1,41 triliun
atau 14 persen, kredit investasi mencapai Rp 3,56 triliun atau 34 persen dari
total kredit.
“Dari penjabaran kinerja realisasi dan komposisi
kredit, tentunya sudah dapat membuktikan tiap tahunnya Bank Kalsel terus
mengupayakan agar kredit produktif realisasinya terus meningkat,”
pungkasnya. (yb/sub/foto: ist)