BANJARMASIN, banuapost.co.id– Fantastis dan terbesar dalam sejarah di Pulau Kalimantan, pengungkapan kasus benda laknat dengan barang bukti sebanyak 222 kilogram narkoba yang dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel.
Dibongkarnya pengiriman benda haram yang berasal dari Malaysia
dengan tujuan Kalsel, setelah melalui Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan
Timur (Kaltim), Jumat (13/3) dinihari sekitar pukul 02:20 Wita, di pinggir Jl A Yani Km 274, Simpang Empat Jaro RT 05 Desa
Jaro, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong.
“Tersangka dalam kasus ini, Dates (25), warga Jl M Said
Gg 6 Blok B RT 010, Kecamatan Sungai Kujang, Kelurahan Teluk Lerong, Kaltim,”
jelas Diresnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Iwan Eka Putra, dalam jumpa pers di
Aula Mathilda Batalyeri, Mapolda Kalsel, Senin (16/3) pagi.
Dari jumlah narkoba sebanyak itu, sambung Kombes Iwan Eka,
sabu 208 bungkus dengan berat bersih 208 kilogram, dan ekstasi sebanyak lima
bungkus warna hijau berlogo petir, 53.969 butir dengan berat bersih 13.9 kilogram.
“Pelaku dalam kasus ini memiliki pendidikan D3. Namun tidak
berkerja,” imbuh Kombes Iwan Eka.
Tak ditampik Kombes Iwan Eka Putra, terungkapnya kasus peredaran
jaringan internasional ini, berkat masuknya laporan tentang adanya narkoba
dalam jumlah besar masuk melalui Provinsi Kalimantan Utara menuju Provinsi Kalimantan Selatan melalu jalur darat.
“Menindaklanjuti informasi berharga ini, petugas sempat
cukup lama melakukan penyelidikan. Kemudian pada hari ‘H’, Jumat (13/3) dini hari
pukul 20:20 Wita, pencegatan dilakukan di wilayah perbatasan Kaltim – Kalsel,
Desa Jaro, Tabalong tersebut,” beber Kombes Iwan Eka Putra.
Pencegatan terhadap mobil yang dikendarai tersangka, Mitsubishi
Pajero Sport warna putih KT 1912 GH, memang sesuai informasi yang diterima
petugas sebelumnya.
“Penggeledahan kita lakukan dengan disaksikan Kepala Desa
Jaro dan masyarakat sekitar. Dari penggeledahan, ditemukan sembilan tas jinjing
yang di dalamnya berisi narkoba,” pungkas Iwan Eka Putra.
Diapresiasi
Dibongkarnya rencana peredaran narkoba ke Kalsel ini, tak
urung diapresiasi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Anggota Komisi III DPR RI,
Habib Aboe Bakar Alhabsy, dan tokoh umat Banua, Guru Juhdi yang juga hadir
dalam jumpa pers tersebut.
“Sejarah telah ditoreh jajaran Polda Kalsel dengan
keberhasilan mengungkap narkoba sebanyak ini. Selain menoreh sejarah,
setidaknya menyelamatan ribuan warga dari akibat mambungul karena narkoba ini,” ujar Paman Birin, sapaan familiar
Gubernur Kalsel itu.
“Saya akan minta kapolri memberi reward atas keberhasilan Polda Kalsel ini yang telah
menggagalkan peredaran narkoba dengan jumlah yang fantastis,” kata Habib Aboe
Bakar Alhabsy, politisi PKS tersebut. (yb/foto:
ist)