BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Kalsel mengimbau pengurus cabang, baik kabupaten maupun kota, menunda selama dua pekan semua kegiatan keagamaan yang mengumpulkan orang banyak.
Imbauan yang dikeluarkan dalam surat edaran No: 263/PW/Tanf.A.I/III/2020, 27 Rajab 1441 H atau
22 Maret 2020, ditandatangani Ketua
Tanfidziyah PWNU Kalsel, H Abdul Haris Makkie dan Wakil Sekretaris H Atul
Hidayat.
Imbauan penundaan selama dua pekan ini, karena mempertimbangkan
semakin tingginya penyebaran wabah virus korona (SARS-coV 2/COVID19).
Selain itu, sebagaimana isi surat edaran, mendukung upaya
pemerintah untuk melakukan pengendalian penyakit pada masa tanggap darurat.
Isi imbauan dalam surat edaran itu antara lain: mensosialisasikan
penundaan selama dua minggu kegiatan pengajian, tahlilan, yasinan, majelis
ta’lim dan kegiatan lainnya yang mengumpulkan banyak orang sebagai bentuk peran
NU dalam memutus rantai penularan agar penyakit ini berhenti menyebar.
Kemudian menghimbau agar Cabang sampai Ranting NU untuk
menginisiasi gerakan meminimalkan salat berjamaah di masjid, langgar dan
musholla atau lebih aman dilakukan di rumah masing-masing sementara waktu (2
minggu) untuk menghindari penyebaran virus;
Menghimbau masyarakat untuk hidup sehat, menjaga stamina
dengan olahraga, minum vitamin, makan makanan bergizi serta tetap tinggal di
rumah, kecuali untuk urusan penting;
Menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan
menghindari kontak fisik dengan orang lain serta berkumpul dengan orang banyak;
Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan Shalawat, seperti
Burdah atau Dalail, atau pembacaan Ratib dan Hizib untuk menolak bala dan wabah
sebagaimana yang diijazahkan Abah Guru Sekumpul dan dilaksanakan di rumah
masing-masing.
Memperbanyak berdoa semoga wabah segera diangkat oleh
Allah SWT dan kita semua dihindarkan dari segala mudharat dunia dan akhirat;
Pengumuman ini disebarluaskan kepada seluruh jajaran
pengurus NU dari tingkat cabang sampai ranting untuk kemudian diumumkan melalui
pengeras suara di masjid, langgar dan musholla di seluruh lingkungan NU. (yb/*/foto: ist)