BANJARBARU– Vokalis Power Metal, Arul Efansyah, berkolaborasi dengan Banua Stars, mengguncang panggung amal Peduli Lombok dan Palestina di Citra Graha, Banjarbaru, Senin (27/8) malam.
Panggung amal dengan sajian konser musik ini, digagas Enam Sembilan Production bekerjasama dengan wartawan. Seluruh hasil penjualan tiket masuknya didonasikan untuk korban gempa di Lombok dan rakyat Palestina.
Arul, rocker banua yang malang melintang di blantika musik tanah air, mengawali aksinya dengan tembang Angkara. Usai menuntaskan lagu pembuka, Arul menyapa penonton yang menyemut di depan panggung dengan memperkenalkan dirinya.
Kemudian para personil Banua Stars, Ivan pada gitar, Opik pada bass, dan Nova pada keyboard. serta Hendy Gigi pada drum.
Setelah memperkenalkan diri, Banua Stars melanjutkan aksi panggung mereka dengan lagu Egosentris dan Power Metal. Dilanjutkan tembang Perdamaian yang pernah dipopulerkan Grup Band Gigi.
Usai dua lagi berirama cadas itu, Arul mencoba mendinginkan suasana dengan tembang slow, Bidadari. Namun musik tiba – tiba dihentikan karena intronya berubah menjadi tembang 11 Januari milik Gigi.
Alhasil, mereka pun mendaulat Hendy untuk menyangikan lagu milik bandnya itu. Sambil memggebuk drumnya, Hendy menyanyikan sepenggal lagu yang biasa dinyanyikan Arman Maulana itu.
Untuk lagu berikutnya, para musisi banua yang berkolaborasi satu panggung ini pun, sepakat membawakan lagu Banjar. Sempat bingung memilih, akhirnya tembang berjudul Pembatangan yang mereka pilih. Namun dengan aransemen musik rock.
Arul pun, sesekali mengajak penonton menyanyikan bersama lagu itu. Khususnya di bagian reff. Usai menuntaskan lagu ini, Arul mengingatkan mereka semua yang hadir untuk terus melestarikan lagu Banjar.
Banua Stars melanjutkan aksi panggung mereka dengan satu nomor lagu mancanegara, The Final Countdown milik Europe yang populer sejak era 80-an. Penampilan Banua Stars di hari kedua atau hari terakhir konser amal ini ditutup dengan tembang cadas, Timur Tragedi.
Setelah Banua Stars tampil, giliran musisi banua yang sebentar lagi merilis singglenya, Donlyca.
Usai Donlyca menuntaskan empat lagu, aksi panggung di konser ini dilanjutkan oleh Armada sebagai band penutup.
Band yang digawangi Rizal pada vokal, Radha dan Mai pada gitar, Andit yang menggebuk drum, serta Endra pada bass, mampu memanjakan ribuan pasukan Armada, sebutan fans Armada yang yang tak hentinya menyanyi bersama.
Sejumlah tembang hits pun, dilantunkan oleh Rizal CS, salah satunya, Asal Kau Bahagia.
Menurut Eksekutif Produser 69 Production, Rois Sunadar, sebagai pendukung konser amal yang digarap MC Organizer ini, 35.000 tiket seharga Rp 10.000 yang mereka sediakan, terjual.
Hasil penjualan tiket dan kaos serta syal yang dijual, selanjutnya bakal didonasikan ke para korban gempa di Lombok (NTB) dan Palestina.
“Jumlah pasti donasi yang terkumpul, saya belum dapat laporan. Namun, seluruh hasil penjualan, seratus persen dijadikan donasi. Untuk yang disumbangkan ke Palestina, akan kami serahkan lewat MUI. Sedang untuk Lombok, diserahkan langsung,” jelas Rois. (emy/foto: iman)