BANJARMASIN– Sempat jadi polemik dan komsumsi media onlime hingga berujung diperiksanya beberapa pengelola media di Reskrim Polda Kalsel, Prof H Sutarto Hadi kembali memimpin Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Petahana ini kembali menjadi Rektor ULM untuk masa baktti 2018 – 2022.
Seperti yang diprediksi sebelumnya, Sutarto meraup suara mayoritas Senat Universitas dan perwakilan menteri dengan 59 suara, disusul Dekan Fakultas Kedokteran, Prof dr Zairin Noor, 23 suara, dan Prof H Hadin Muhjad 7 suara.
Menurut Ketua Senat ULM, Prof Gusti Muhammad Hatta, usai sidang tertutup di Gedung Rektorat ULM, Rabu (13/9), proses pemungutan suara berjalan dengan aman dan lancer. Semua yang memiliki hak pilih menggunakan haknya.
“Hasil hari ini akan langsung dikirim ke Jakarta, karena masa jabatan Prof H Sutarto Hadi berakhir pada 19 sepetember nanti,” ucap mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden SBY.
Guru besar Fakultas Kehutanan ULM ini mengatakan, komisi-komisi di Senat Universitas bersama rektor terpilih, langsung bekerja dan mengatur strategi untuk menjalankan tugas masing-masing.
“Proses pilrek tidak ada kendala berarti. Hanya proses penelusuran rekam jejak yang panjang. Sementara secara bersamaan, ada pemilihan rektor di perguruan tinggi lain yang membuat pemilihan rektor tidak bisa cepat,” jelasnya.
Sementara Ketua Panitia Pilrek ULM, Dr drg Rosihan Adhani, mengaku ada satu anggota senat yang urun berhadir karena orang tuanya meninggal.
“Kami tidak mengetahui suara menteri diarahkan kemana. Namun saudara bisa membacalah,” katanya.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM ini menjelaskan, proses pemilihan secara tertutup hanya yang mempunyai hak suara yang berada dalam ruangan.
“Masa jabatan rektor berakhir di 19 September, mudah-mudahan pada 20 September nanti rektor terpilih sudah bisa dilantik,” imbuh mantan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini.
Terlebih lagi, lanjutnya, ada pesan dari Kemenristikdikti untuk meningkatkan akreditasi Institusi dan program studi dari B menjadi A dan mengantisipasi revolusi Industri 4.0.
“Kemenristekdikti mengutus Ani Nurdiani Azizah, kepala Biro Hukum dan Organisasi, untuk menghadiri proses pemilihan dan memberikan hak suara kementerian” pungkas Rosihan Adhani. (imn/foto: iman)