PELAIHARI, banuapost.co.id– Seorang pria Desa Sabuhur, ditemukan tak bernyawa di tepi jalan. Mulanya diduga akibat kecelakaan lalulintas, namun di dada kirinya terdapat luka seperti tusukan senjata tajam.
Pihak keluar sempat menyetujui untuk dilakukan otopsi di RSUD Ulin. Namun pihak rumah sakit belum dapat menerima, karena masih pandemi korona. Akhirnya jasad korban dimakamkan setelah Salat Dzuhur.
Anang Yani, warga RT 1 Dusun Cempaka Baru, Desa Sabuhur, ditemukan dua karyawan PT Bangun Kalimantan Ahad (8/11) sekitar pukul 19:00 Wita, tergeletak di pinggir jalan berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya.
Kedua karyawan kemudian melaporkan kepada kerabat korban yang langsung mendatangi tempat kejadian. Namun sudah dalam kondisi tak bernyawa. Jasad dievakuasi ke rumah duka, sebelum akhirnya dibawa ke UGD RSUD Hadji Boejasin.
Menurut Mahmudin, salah seorang kerabat, saat sampai di lokasi melihat jasad korban sudah tidak bergerak lagi dengan darah membasahi bagian dadanya.
“Setelah diberitahu warga adanya kejadian ini, saya langsung bergegas menuju lokasi. Saat itu korban sudah tidak bergerak lagi,” ujar Mahmudin, Senin (9/11).
Makbul orang tua korban membenarkan di dada anaknya ada lubang yang terus mengeluarkan darah selama perjalanan ke RSHB.
“Saya sempat melihat adanya lubang di dada kiri anak saya. Bahkan baju korban juga berlubang,” kata Makbul yang mendampingi anaknya saat dibawa ke RSHB.
Adanya luka tersebut, menurut Makbul, membuat pihak keluarga sempat memutuskan untuk meminta polisi melakukan otopsi.
Namun rencana untuk otopsi batal dilakukan, karena berdasarkan info dari pihak RS Ulin, saat pandemi tidak dapat dengan segera melakukan autopsi.
Sementara Kapolsek Jorong, Ipda Samsudi, yang berada di lokasi Senin (9/11) siang, membenarkan rencananya pihak keluarga meminta korban diotopsi di RSUD Ulin, tapi tidak jadi.
“Memang ada luka di dada kiri korban. Itulah sebabnya keluarga mempersilahkan kita untuk melakukan otopsi,” kata kapolsek.
Saat ini, lanjut Ipda Samsudi, jajaran Polsek Jorong tengah mendalami kasus ini, termasuk mengumpulkan barang bukti, seperti baju yang dipakai dan kendaraan korban. Bahkan melakukan olah TKP, sesuai keterangan para saksi. (zkl/foto: zul yunus)