BANJARMASIN, banuapost.co.id– Mewujudkan sekolah ramah anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalsel menggelar pelatihan tenaga terlatih Sekolah Ramah Anak (SRA) 2020.
Dihelat di salah satu hotel kawasan Jl Lambung Mangkurat, Senin (16/11) pagi, kegiatan dibuka Kepala DPPPA Kalsel, Husnul Hatimah.
Kegiatan diikuti 150 peserta yang terbagi 2 tahapan. Pertama berjumlah 73 peserta di hari ini, serta 72 peserta di tahapan kedua esok, Selasa (17/11).
Tujuan digelarnya pelatihan ini agar pengasuh, pengajar, pimpinan di semua jenjang pendidikan memperoleh pemahaman yang sama mengenai sekolah ramah anak.
“Yakni, menciptakan lingkungan belajar mengajar yang ramah, aman dan nyaman bagi pengajar dan murid disekolah, termasuk murid yang memerlukan pendidikan atau pelayanan khusus,” kata Husnul.
Untuk mewujudkan sekolah ramah anak, lanjut Hsnul, tentu perlu dilakukan pelatihan SDM bagi guru, tenaga pengajar serta pengelola sekolah. Sehingga dapat meningkatkan kapasitas sekolah, sesuai dengan indikator sekolah ramah anak.
Karena itu untuk tercapainya sekolah ramah anak di Kalsel diperlukan koordinasi yang baik dari para stakeholder atau pemangku jabatan yang berwenang.
“Sehingga konsep tersebut dapat diimplementasikan dengan baik dilapangan” imbuhnya.
Dalam kebijakan program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, maka untuk mewujudkan konsep sekolah ramah anak, satuan pendidikan akan didukung paling tidak 4 pilar pembangunan anak, yakni pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan media massa.
Oleh sebab itu, semua pihak terkait mau berkerja sama agar nantinya Kalsel dapat menjadi role model sekolah ramah anak nasional.
“Sekolah ramah anak dapat dicapai jika semua pihak, khususnya pimpinan sekolah, tenaga pengajar bersedia berkomitmen dan menerapakan konsep ramah anak sesuai dengan yang telah ditetapkan,” tandasnya. (oie/foto: olivia)