PELAIHARI, banuapost.co.id– Pemkab Tanah Laut antisipasi gelombang ke-2 Covid-19. Ini mengingat tiga bulan terkahir, Oktober hingga Desember, penambahan kasus positif sebanyak 215 orang. Bahkan menjelang tutup tahun ini, yang meninggal dunia tercatat ada 7 pasien.
“Angka kematian selama Desember saja sebanyak tujuh orang, lebih banyak dari puncak kasus Covid-19 pada Juli lalu. Ini semua karena kita lengah dan kendor akan protokol kesehatan. Padahal virus korona telah bermutasi, dan tentu sekarang lebih membahayakan manusia,” ujar Bupati Tala H Sukamta.
Kamta, sapaan akrabnya, mengingatkan hal tersebut saat rapat secara daring dengan SKPD dan Camat se Tala di Ruang Barakat, Senin (28/12/).
Karena itu dengan masifnya penularan, bupati minta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan (STP2) Covid-19 Tala kembali dibentuk agar protokol kesehatan digalakkan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
“Penerapan protokol kesehatan di keramaian, seperti pasar, angkringan, kafe dan lainnya, juga diawasi satgas. Termasuk tempat peribadatan, lokasi hajatan perkawinan. Karena saya tahu, hampir setiap ada hajatan tidak ada yang memenuhi standar protokol kesehatan. Kami tidak ingin ada korban jiwa lagi,” tegasnya.
Karena itu, sambung Kamta, dalam waktu satu sampai dua hari ke depan, STP2 Covid-19 Tala akan melakukan pemetaan secara mendetail daerah rawan penyebaran virus korona,
Begitupun jika kasus Covid-19 terus naik, maka pasien terkonfirmasi positif tidak diperbolehkan lagi melakukan karantina mandiri.
“Nanti Dinas Kesehatan Tala tolong pengadaan rapid tes langsung saja menggunakan rapid antigen yang akurasinya lebih tepat dari pada rapid tes biasa. Sehingga kebijakan yang kita ambil tepat sasaran,” imbuhnya. (zkl/foto: ist)