BANJARMASIN, banuapost.co.id– Menyikapi krisis perekonomian, khususnya di Kalsel sejak pandemi Covid-19 merebak di medio Maret lalu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) setempat menggelar rapat pimpinan provinsi (Rapimprov).
Mengusung tema: ‘Era Peradaban Baru UMKM Kalsel Go Digital’, rapim dihelat di salah satu hotel kawasan Jl A Yani 4,5 Km, Senin (11/1. Rapim ini dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, Ketua DPRD Kalsel, dan jajaran Forkopimda.
Menurut Ketua Kadin Kalsel, Edy Suryadi, dalam rangka memulihkan perekonomian akibat pandemi Covid-19, Pemprov Kalsel diharapkan mengeluarkan peraturan gubernur (pergub).
“Pergub tersebut, nantinya melindungi pengusaha lokal kita. Sehingga mereka dapat terus berkiprah, bukan hanya jadi penonton pengusaha luar,” katanya.
Ini mengingat, lanjut Edy, Covid-19 yang kian merajalela dan tak terdeteksi kapan berakhirnya, membuat banyak perusahaan-perusahaan terutama perusahan menengah, terkena imbas.
“Dampak-dampak ini yang mengakibatkan terjadinya penurunan ekonomi di Kalsel. Dulu batubara dan perkebunan menjadi penghasil terbesar, sekarang pemesanan batubara berkurang. Hal itu yang perlu kita pikirkan dan kita cari solusinya bersama,” jelasnya.
Karena itu, sambung Edy, upaya melawan krisis ekonomi di Kalsel saat ini, Kadin bersama pemprov siap melakukan pembinaan terhadap perekonomian pengusaha Kalsel.
Sementara, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Syaiful Azhari, mengatakan, dalam upaya pemulihan ekonomi, Pemprov Kalsel terus berupaya menjaga daya beli masyarakat.
“Daya beli masyarakat sangat berpengaruh, terhadap kinerja produksi dan distribusi barang dan jasa. Padahal dunia usaha, sejatinya memegang peranan penting dalam upaya pemulihan perekonomian nasional,” ucapnya.
Karena itu, imbuh Syaiful, mengembangkan dan mengoptimalkan sektor-sektor perekonomian lainnya, seperti pariwisata, UMKM, serta pengembangan ekonomi secara digital, sangat diperlukan.
“Dengan terus menjaga keselarasan antara kebijakan pemerintah serta perkembangan dunia usaha di Kalsel, harapannya mampu mendorong perkembangan perdagangan serta menciptakan iklim daerah yang kondusif di tengah pandemi. Sehingga mendorong tumbuh kembangnya dunia usaha,” jelasnya.
Begitu pula dengan keberadaan Kadin, menurut Syaiful, dapat mendorong terwujudnya kolaborasi para pelaku industri.
“Sebab melalui soliditas yang kokoh dari para pelaku industri, disertai sinergi baik antara pemerintah dan pengusaha, diharapkan mampu mengakselerasi upaya pemulihan perekonomian Kalsel,” tandasnya. (oie/foto: olivia)