PELAIHARI, banuapost.co.id– Aktivis Cyber Adventure Indonesia (CAI) menggelar aksi bersih-bersih sampah sepanjang jalur pendakian dan penanaman anggrek di aliran mata air yang ada di kaki Bukit Priangan, Ahad (21/2).
Aksi bersih-bersih dan penanam anggrek, seiring dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021. Selama kegiatan, mereka didampingi pengurus KTH Gunung Priangan, Desa Bumi Jaya, Pelaihari.
Menurut Angkasa Bela Persada, koordinator kegiatan, aksi ini merupakan inisiatif para aktivis cyber untuk melakukan konservasi anggrek pada kawasan Bukit Priangan.
“Selain melakukan penanaman, kami sekaligus memberikan edukasi cara menanam anggrek pada habitat alaminya kepada kawan-kawan KTH Gunung Priangan,” jelas Angkasa, sapaan akrabnya.
Sementara Mus Mujiono, Ketua KTH Gunung Priangan, yang mendampingi proses penanaman, nampak sumringah dengan aktivitas para aktivis lingkungan di wilayah kelolanya.
“Sinergis aktivis lingkungan dalam melestarikan keanekaragaman hayati, sangat membantu dalam tata kelola hutan kami,” tutur Muji yang biasa dipanggil Bang Pitung.
Sedikitnya ada 53 anakan anggrek spesies alam hasil dari penangkaran kelolaan CAI yang terdaftar pada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan nama Floranesia.
Tujuh jenis anggrek yang ditanam merupakan spesies dilindungi. Di antaranya; Anggrek Hitam Pelaihari (Coelogyne Pandurata var. Pelaihari), Anggrek Tebu Papua (Gramathophyllum Speciosum Papua), Anggrek Efipit (Coelogyne Rochussenii), Anggrek Cologne (Coelogyne Foerstermanii), Coelogyne Peltates, Coelogyne Dayanum, Coelogyne Metleye.
Lumut yang digunakan sebagai media tanam, merupakan rumput yang didatangkan dari Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Buntok sampai Muara Teweh.
Bukit Priangan merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tanah Laut. Terletak 13 km dari kota Pelaihari, bukit ini menghadirkan panorama alam yang memanjakan mata.
Sehari sebelumnya, Sabtu (20/2) aktivis cyber juga melakukan aksi bersih-bersih dan penanaman pohon produktif di Markas Unit Polair Sungai Rasau.
Pohon produkstif yang ditanam, lengkeng, mangga, rambutan dan aneka bibit lainnya. Diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sungai Rasau. Selain untuk diambil hasilnya, juga dapat digunakan sebagai pohon peneduh.
Di sela penanaman dan bersih-bersih, para aktivis lingkungan cyber juga turut mendampingi penyerahan bantuan sembako untuk warga Desa Pantai Harapan, Kecamatan Bumi Makmur dari relawan Pusaka URC Tanjung, Tabalong, yang hadir langsung di lokasi. (zkl/foto: ist)