JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah kasus terpapar virus corona bertambah 45.416 orang yang diketahui dari hasil pemeriksaan 252.696 spesimen sepanjang Sabtu (24/7). Dari tambahan itu pula, Covid-19 di Indonesia totalnya menjadi 3.127.826 kasus. 574.135 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Melansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 39.767 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu jumlahnya jadi 2.471.678 orang.
Sementara yang meninggal dunia di hari yang sama ini, dilaporkan ada 1.415 pasien. Sehingga kumulasinya menjadi 82.013 kasus. Sedang suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap 264.578 orang tersebar di 510 kabupaten/koya di 34 provinsi.
Sebelumnya, Jumat (23/7), tercatat total 3.082.410 kasus positif virus corona. 2.431.911 pasien di antaranya sembuh, dan 80.598 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 45.416 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: DKI Jakarta: 8.360, Jawa Barat: 7.587, Jawa Timur: 5.699, Jawa Tengah: 5.465, Banten: 2.328, Kalimantan Timur: 2.106, DI Yogyakarta: 1.628, Sumatera Utara: 1.276, Riau: 1.215, Bali: 1.057 kasus.
Kemudian: Sumatera Selatan: 815, Sulawesi Selatan: 815, Kepulauan Riau: 692, Kalimantan Selatan: 690, Bangka Belitung: 594, Nusa Tenggara Timur: 509, Lampung: 499, Sumatera Barat: 428 kasus.
Disusul: Jambi: 396, Sulawesi Tengah: 388, Kalimantan Tengah: 380, Kalimantan Utara: 370, Kalimantan Barat: 287, Papua: 261, Bengkulu: 259, Sulawesi Utara: 246, Sulawesi Tenggara: 226, Aceh: 212, Sulawesi Barat: 141, Papua Barat: 125, Nusa Tenggara Barat: 114, Maluku: 92, Maluku Utara: 82, Gorontalo: 74 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)