JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah diminta menjadikan angka kematian akibat Covid-19 yang masih cukup tinggi sebagai bahan dalam melakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Permintaan disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang diminta komentarnya sehubungan dengan berkakhirnya masa perpanjangan PPKM Level 2 hingga 4 Jawa-Bali hari ini.
“Setelah PPKM diperpanjang, memang terlihat adanya tren penurunan penambahan kasus Covid-19. Tapi harus menjadi perhatian bersama soal indikator angka kematian yang sampai sekarang masih cukup tinggi,” kata Puan, Senin (23/8).
Berdasarkan data harian kasus Covid-19, angka kematian pasien masih berada di atas angka seribu orang per harinya, meski penambahan kasus cenderung turun. Per 22 Agustus 2021, terdapat 1.030 pasien Covid yang meninggal dunia.
Menurut Puan, angka kematian akibat Covid-19 yang tinggi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pemerintah.
“Pemerintah harus bisa menekan kasus kematian akibat Covid-19 yang masih tinggi. Ini harus jadi bahan evaluasi pelaksanaan PPKM,” tandas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
Data Kemenkes per Sabtu (21/8), 10 provinsi dengan tingkat kematian tertinggi, yakni Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Aceh, Gorontalo, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta (DIY), Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Pemerintah juga diharapkan meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah-daerah tersebutt. Sehingga perawatan terhadap pasien Covid-19, khususnya yang bergejala sedang hingga berat, dapat dilakukan secara maksimal.
Puan pun menyoroti data Satgas Covid-19 pekan lalu mengenai 9 provinsi yang masih menunjukkan peningkatan kasus mingguan. 9 provinsi itu, Jawa Tengah, Bali, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Aceh, NTB, Maluku, dan Jambi.
“Harus ada evaluasi mengapa daerah-daerah ini masih mengalami peningkatan kasus, termasuk juga harus ada perbaikan sistem pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegas Puan.
Mantan Menko PMK tersebut menyatakan, upaya testing, tracing dan treatment harus lebih dioptimalkan. Mengingat percepatan vaksinasi harus berjalan beriringan dengan upaya-upaya penanganan Covid lainnya.
“Jangan karena ingin mengejar target vaksinasi, kemudian indikator-indikator penanganan pandemi lainnya jadi kendor. Pastikan semua berjalan bersamaan, karena semuanya sama-sama penting untuk menyelamatkan rakyat dari badai Corona,” katanya mengingatkan. (b2n/foto: ist)