BANJARBARU, banuapost.co.id– Kasus Covid-19 di Kalsel melandai. Tercatat hari ini, Senin (30/8), hanya ada 83 kasus positif baru. Meski demikian, tambahan tersebut menjadikan total korban virus yang konon disebut-sebut asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, jadi 65.545 orang. 6.621 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Menurut data Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, dihari yang sama ini ada penambahan sebanyak 1.040 pasien sembuh. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 56.780 orang.
Tetapi khabar kurang menggembirakannya, dilaporkan ada 11 pasien meninggal dunia. Sehingga secara keseluruhan menjadi 2.144 kasus.
Ke-11 korban tersebut berasal dari Tanah Bumbu: 3, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Kotabaru, Tabalong, Banjarbaru dan Banjarmasin: masing-masing 1 orang.
Berikut sebaran ke-83 kasus positif baru (Tapin nihil): Banjarmasin: 22, Tabalong: 12, Kabupaten Banjar: 10, Tanah Laut dan Tanah Bumbu: masing-masing 8, Banjarbaru: 6, HSU dan Balangan: masing-masing 5, Kotabaru, Barito Kuala dan Hulu Sungai Tengah (HST): masing-masing 2, HSS: 1 orang.
Sedang sebaran ke-1.040 pasien sembuh (HSU dan Balangan nihil): Banjarmasin: 391, Banjarbaru: 231, Barito Kuala: 129, Tanah Laut: 113, Kabupaten Banjar: 76, Tanah Bumbu: 37, Tabalong: 19, HSS: 18, Kotabaru: 12, Tapin: 11, HST: 3 orang.
Dengan data tersebut, persentase kesembuhan Covid-19 di Kalsel mencapai 86,63 persen, dirawat 10,10 persen dan kematian 3,27 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)