BANJARMASIN– Sedikitnya 75 atlet junior maupun senior mengikuti Kejuraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing untuk memperebutkan piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Kejurda dibuka Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Jumat (2/11) di Komplek GOR Hasanuddin.
Gubernur meminta semua atlet untuk bertanding secara serius dan menjunjung sportifitas. Regenerasi atlet di daerah ini harus menunjukkan sportifitas yang tinggi, di mana sikap ini akan melahirkan kejujuran, dan hasilnya akan mendapat prestasi yang sejati.
“Maka dari itu saya meminta semua atlet jangan malas berlatih. Karena kemalasan itu pangkal ketidak berhasilan. Tapi kalau rajin dan serius juga tekad yang kuat pantang menyerah, prestasi akan diraih bahagia,” jelasnya.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, juga melakukan pemasangan point panjat pada dinding speed record dan mencoba langsung pemanjatan ketinggian sekitar 2 meter.
“Tenyata sulit juga ya,” ucapnya.
Sementara menurut Ketua Umum Federasi Panjat tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Fathurrahman, ada 10 FPTI kabupaten/kota yang mengirimkan atletnya, ditambah klub-klub panjat tebing dan para mahasiswa pencinta alam (Mapala) dari beberapa kampus.
Ajang ini sebagai langkah pembinaan bagi atlet panjat tebing daerah, di mana olahraga ini perkembangannya sudah cukup membanggakan.
“Apalagi panjat tebing pada Asian Games 2018 tadi dapat menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, hingga semakin memicu semangat atlet di daerah,” katanya.
Dalam kejurda ini ada tiga kelas yang dipertandingkan, yakni, kelas speed world record untuk umum putra dan putri, kelas lead untuk umum putra dan putri dan kelas lead untuk kelompok umur 15 tahun putra dan putri. (imn/foto: iman)