GAMBUT– Hasil reka ulang kasus tewasnya Levie Presila (35), ibu rumah tangga yang tewas dengan kondisi mengenaskan, leher tergorok di dalam mobil Suzuki Swiftnya, Jumat (23/11) lalu, ternyata bersumber dari ritual perdukunan.
Rekonstruksi yang digelar jajaran Polres Banjar dan Polsek Gambut, Selasa (4/12), atas kasus yang foto korbannya sempat viral di medsos, terungkap tewasnya istri seorang pengusaha minyak itu, berumber dari ucapan yang mempertanyakan kemampuan Her alias Edon, sang dedukunan.
Awalnya, saat tersangka dan korban berkomunikasi lewat telepon seluler, sore hari. Dilanjutnya bertemu di rumah korban untuk memantapkan rencana ritual malam harinya.
Di perumahan di Jl A Yani Km 12, Gambut, Kabupaten Banjar, korban memberikan uang Rp 300 ribu kepada tersangka untuk membeli perlengkapan ritual.
Selanjutnya di malam hari, keduanya bertemu lagi di parkiran ATM Bersama, di depan perumahan tempat tinggal korban. Di tempat itu, tersangka sempat melakukan ritual mengelilingi mobil yang di dalamnya ada korban. Namun ritual di tempat itu mereka hentikan karena ada petugas keamanan yang memperhatikan.
Keduanya lantas memutuskn pindah lokasi. Tersangka mengendari sepeda motor. Sedang korban membawa sendiri mobilnya. Keduanya lantas sama- sama berhenti di tepi Jl A Yani Km 11,8, tak jauh dari rumah korban.
Tersangka yang datang membawa sejumlah perlengkapan ritual, seperti kemenyan, kain jarik dan gunting, melanjutkan kembali perdukunannya. .
Tersangka masuk ke dalam mobil korban lewat pintu belakang kiri. Setelah membakar kemenyan, tersangka memasangkan kain jarik yang sudah dilubangi tengahnya ke tubuh korban.
Selanjutnya, korban berpindah duduk ke jok kemudi atau di samping korban. Namun saat hendak memulai ritual, korban malah mengangkat telepon masuk di hp-nya. Sehingga tersangka menilai korban tidak serius.
Tuduhan itu dibalas dengan mempertanyakan kemampuan supranatural tersangka yang mengaku bisa melihat suami korban dari jarak jauh. Keributan pun terjadi, dilanjutkan tersangka menampar pipi korban. Tidak terima, korban balik membalas dengan menjambak rambut tersangka.
Diperlakukan pasien demikian, tersangka kemudian mengambil dan menikamkan gunting ke perut korban beberapa kali. Tak sampai di situ, tersangka kemudian berpindah ke jok belakang dan mencekikan kain jarik yang dikenakan korban selama beberapa menit.
Meski korban sudah tidak sadarkan diri, tersangka kemudian menikamkan gunting ke leher korban. Bahkan tersangka sempat mencoba mengusap mata korban yang terus melotot. Namun karena tak berhasil, hingga ditutupnya dengan kain.
Selanjutnya tersangka mengambil cincin di jari korban dan melangkahi jasad perempuan itu, untuk keluar mobil lewat pintu depan samping kiri, dan pergi dengan sepeda motor meninggalkan korban. Adegan terakhir reka ulang ini, saat saksi menemukan jasad korban di dalam mobil.
Menurut Kasatreskrim Polres Banjar, AKP Sofyan, reka ulang ini sesuai pengakuan tersangka dan sejumlah saksi yang dimintai keterangan sebelumnya.
“Total ada 87 adegan dan semua berjalan lancar,” kata Sofyan didampingi Kasipidum Kejari Martapura, Apriyadi, yang bersama jajarannya ikut menyaksikan reka ulang ini. (emy/foto: deny yunus)