PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Kisaran 1 jam 15 menit operasi yang dilakukan tim dokter dari Bali dan tim medis RSUD Dr Doris Sylvanus Palangka Raya terhadap ibu rumah tangga (IRT) berbobot 220 kg, Selasa (15/1), berjalan lancar.
Tim dokter berhasil; melakukan bedah bariatrik terhadap penderita obesitas ekstrem dengan cara pemotongan bagian lambung Ny Titi Wati sebanyak 50 hingga 60 persen.
Lagi-lagi, proses pemindahan Ny Titi Wati pasca operasi dari ruang bedah ke ruang ICU, masih membutuhkan tenaga relawan yang jumlahnya puluhan.
Pemindahan tubuh IRT satu putri yang berada di atas ranjang, kembali memerlukan bantuan sedikitnya 20 tenaga relawan Tagana Dinsos Kalteng.
Tampak berat dan harus ekstra hati-hati untuk memindahkan tubuh Ny Titi Wati, namun evakuasi berjalan dengan aman. Meski lagi-lagi masih jadi tontonan penghuni maupun tamu di RSUD itu.
Usai proses bedah bariatric, tim dokter dan pihak rumah sakit langsung menggelar jumpa awak media.
Menurut dr Gede ER Antara, salah satu dokter bedah baria trik, mengaku tidak ada kendala yang dihadapi dalam menangani wanita berbobot 220 kg tersebut, meski sebelum operasi kadar gulanya masih tinggi.
“Ada 10 dokter yang menangani operasi, baik dari RSUD Palangka Raya maupun dokter dari Bali yang bekerja secara tim,” jelasnya.
Pasca operasi ini, lanjut dr Gede, diharapkan penderita obesitas eksterm tersebut bisa menurunkan berat badannya 15 hingga 25 kg per bulannya.
Sementara Direktur RSUD Dr Doris Sylvnus Palangka Raya, drg Yayuk Indriaty, menjelaskan, pasca operasi pasien sudah sadar. Namun masih dalam pengawasan tim medis selama 1 x 24 jam.
“Setelah 1 x 24 jam berada di ruang ICU untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, penderita obesitasini kemudian dipindahkan kembali ke ruang inapnya, edelweiss. (yb/din/foto: dinda)
