PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Puluhan rumah, barak dan satu cafe di kawasan Tugu Soekarno, Jl S Parman, Kota Palangka Raya, luluh lantak akibat amuk si jago merah, Minggu (3/2) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi sekitar
pukul 21:00 WIB di pinggiran Sungai Kahayan itu. Namun demikian, puluhan kepala
keluarga dipastikan kehilangan tempat berteduh.
Tak banyak yang bisa diselamatkan para korban, karena api
dengan cepat berkobar dan merayap dari satu rumah ke rumah lainnya yang
kebanyakan terbuat dari kayu.
Amuk api yang terjadi tengah sebagian besar warga
beristirahat, tak urung membuat para korban geger hingga berhamburan keluar
rumah.
Dugaan sementara, api bersumber dari hubungan pendek arus
listrik.
Menurut seorang saksi yang juga korban amuk api, Jumain, pada
saat menjaga warung, tiba-tiba percikan api muncul dari atas pohon, yang diduga
dari salah satu kabel.
“Kalau kita melihat munculnya dari atas pohon. Dari sambungan
kabel listrik,” ujar Jumain.
Hampir lima belas menit setelah api berkobar, puluhan unit
pemadam kebakaran, baik mobil water canon Polda Kalteng, Damkar Kota Palangka
Raya dan barisan pemadam kebakaran swadaya masyarakat tiba di lokasi.
Sulitnya menjangkau titik api, memaksa petugas pemadam
mengangkat mesin pompa airnya untuk mencapai lokasi kebakaran, di pinggiran
Sungai Kahayan.
Setelah hampir satu jam lebh berjibaku melawan kobaran
api, akhirnya petugas pemadam dapat menjinakannya.
Sementara menurut Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul
Siregar, sekitar ada tiga cafe, sepuluh rumah dan satu barak dengan tiga pintu
yang terbakar.
“Namun soal kerugiannya, masih belum dapat ditaksir,”
ujar kapolres.
Saat ini, lanjut AKBP Timbul Siregar, polisi masih memeriksa
sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.
“TKP sudah diberi garis polisi untuk penyidikan kasus kebakaran ini,” kata kapolres. (yb/din/foto: dinda)
