PELAIHARI, banuapost.co.id– Bupati Tanah Laut, H Sukamta, meminta warga Pantai Limuh dan karyawan PT Bimo Tasoko Gono (PT BTG) menahan diri, sementara pemkab merumuskan solusi persoalan jalan desa digunaan untuk angkutan tambang biji besinya.
Imbauan bupati terkait adanya gesekan yang cukup serius,
sehingga pemkab merasa perlu untuk memediasi masalah ini, Senin (4/3).
Seperti diketahui, warga Desa Pantai Linuh merasa
keberatan jalan desanya dilintasi truk angkutan biji besi PT BTG. Karena jalan baru
sekitar dua tahun mendapat pengaspalan, setelah rusak belasan tahun.
Hadir dalam mediasi ini Dandim 1009/Pelaihari,
Letkol Inf Bagus Budi Adrianto, Kapolres Tala, AKBP Sentot Adi Dharmawan, Kajari
Tri Tatmala Wahanani dan Sekda Tala, Syahrian Nurdin, serta Asisten I Bidang
Pemerintahan Bambang Kusudarisman.
Dalam penjelasannya, pihak Desa Pantai Linuh yang
diwakili langsung Kepala Desanya, M Ali Ma’ruf, mengatakan keberatan kalau
jalan desa kembali dijadikan sarana untuk mengangkut biji besi dari tambang di
Pemalongan, Kecamatan Bajuin, ke stokpile di Desa Sumber Mulya.
Dijelaskan kades, seluruh aparat desa termasuk 12 Ketua
RT yang ada di Pantai Linuh, menyatakan siap mundur dari jabatannya
masing-masing, jika angkutan biji besi diizinkan pemerintah.
Hujaini, salah seorang karyawan PT BTG, sempat mencecar Kadishub
dan Kepala Dinas PUPRP Tala. Intinya meminta kepastian, apakah mereka
diizinkan. Namun setelah dijelaskan Bupati dan Kepala Dinas PUPRP, dia dapat
menerima.
“Pemkab Tala dan pihak terkait akan merumuskan yang
terbaik,” tandas Sukamta kepada awak media yang mengikuti jalannya mediasi itu.
Mediasi ini selain dihadiri Forkopimda Tala juga dihadiri Muspika, Seperti Camat Batu Ampar, Kapolsek Batu Ampar Iptu Darso dan Danramil 1009-1 Jorong, Kapten Jodi M. (zkl/foto: zul yunus)
