JAKARTA, banuapost.co.id–
Sebanyak 16.000 tenaga kerja konstruksi menerima sertifikasi keahlian. 13.900
di antaranya tenaga terampil dan 2.100 tenaga ahli.
Sertifikat ini diserahkan presiden ketika menghadiri acara
peluncuran sertifikat elektronik tenaga kerja konstruksi Indonesia yang digelar
di Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (12/3).
Program ini merupakan tindak lanjut dari program
percepatan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi yang ditetapkan sejak Oktober 2018.
“Saya ingin mengingatkan, di tengah semua kemajuan
teknologi ini, kita tidak boleh lupa. Kita harus terus meningkatkan kualitas
SDM kita,” kata presiden.
Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melaporkan, di
Indonesia terdapat 8,3 juta tenaga kerja konstruksi. Dari jumlah itu, baru
sekitar 616.000 tenaga yang memiliki sertifikat keahlian.
“Dengan demikian percepatan sertifikasi tenaga kerja
konstruksi menjadi salah satu agenda utama pemerintah yang dilaksanakan oleh
Kementerian PUPR bersama kementerian/lembaga lainnya,” ujar Basuki.
Menurut presiden, sertifikat keahlian yang diterima para
tenaga kerja konstruksi, merupakan hal yang sangat dibutuhkan di masa
mendatang.
Apalagi pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh
penjuru Tanah Air, membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil. Namun
juga diakui keahlian dan kemampuannya.
“Sertifikat ini sangat penting sekali, sehingga
pengakuan terhadap keahlian dan keterampilan betul-betul ada pegangannya,”
jelas presiden. (yb/din/foto: muchlis jr)
