JEJANGKIT– Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018, medio Oktober mendatang di Desa Jejangkit, Batola, diharapkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, menjadi momentum untuk meningkatkan produksi pertanian yang berujung pada kedaulatan pangan Indonesia.
“Kta lihat, lahan yang belum tergarap di Kecamatan Jejangkit ini mencapai ribuan hektar. Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan rumah ini, perlu sinergi dan kerja keras dari semua stakeholder,” imbuh Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, usai meninjau lokasi HPS di Desa Jejangkit, Batola, Selasa, (10/7) petang.
Sebagai tuan rumah pelaksana HPS 2018, lanut Paman Birin, Kalsel harus memberikan yang terbaik. Karena kalau ini berhasil, salah satu poin utama yang diinginkan, masyarakat tidak susah lagi membeli beras.
Menurut gubernur, Kalsel merupakan satu dari dua provinsi yang menjadi fokus pemerintah pusat untuk meningkat hasil pertanian. Ini dibuktikan dengan terus mengalirnya bantuan alsintan, seperti 22 unit alat berat yang dikirim langsung Kementerian Pertanian.
“Saat ini semuanya sudah tiba di Desa Jejangkit dengan jumlah 40 unit alat berat,” jelas gubernur.
Dengan mengalirnya bantuan alat berat, sambung gubernur, akan lebih memudahkan pengerjaan lahan.
“Karena itu kita optimis bisa menyelesaikan pekerjaan rumah ini. Apalagi TNI sudah siang malam bekerja, belum lagi ditambah ASN di lingkup Pemprov Kalsel dan Kabupaten Barito Kuala bersama masyarakat,” ujarnya.
Diakui gubernur, saat ini Pemprov Kalsel tengah fokus menggeser dari ketergantungan terhadap tambang kepada enam sektor utama, salah satunya pertanian.
Kalsel merupakan provinsi yang sangat serius untuk meningkatkan ketersediaan pangan. Menurut data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, produksi padi 2017 mencapai 2.452.367 ton.
Kabupaten Barito Kuala menempati rangking pertama dalam menyumbang produksi padi sebanyak 389.757 ton. Jika lahan rawa lebak seluas 4.000 hektar itu bisa digarap dengan maksimal, dan bisa dua kali tanam, ada potensi penambahan sebesar 32.000 ton beras.
Tentunya akan menambah pundi-pundi produksi padi di Provinsi Kalsel, mengingat provinsi tertua di Pulau Kalimantan ini termasuk 10 besar daerah penghasil padi di Indonesia. Kondisi ini pun akan menjadikan Kalsel sebagai daerah sentra pangan nasional.(fah/bdm/foto: hum)