BANJARMASIN– Event wisata budaya berskala nasional kembali digelar Pemprov Kalsel. Setelah sukses melaksanakan Festival Kiram Park dan Borneo II, provinsi tertua di Pulau Kalimantan ini kembali menggelar Festival Budaya Pasar Terapung 2018.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Drs H Heriansyah, Senin (20/8), Event Budaya Pasar Terapung akan dilaksanakan 24 – 26 Agustus mendatang di depan kantor gubernur, Siring 0 Kilometer Banjarmasin.
Dijelaskannya, Festival Budaya Pasar Terapung merupakan refleksi dari kehidupan budaya sungai yang menjadi ciri khusus dari masyarakat Kalsel yang banyak bermukim di tepian sungai-sungai besar dan kecil.
Karena semua dilakukan di tepian dan di atas sungai, lanjut Heriansyah, itulah budaya yang hidup dan tumbuh berkembang di masyarakat Kalsel.
“Event ini dirancang dengan konsep dasar agar setiap wisatawan atau masyarakat yang menyaksikan, dapat sensasi dan keunikan Pasar Terapung,” imbuhnya.
Di event ini, sambung Heriansyah, akan ditampilkan kampung-kampung Banjar dari Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se Kalsel. Sementara di bantaran sungai juga akan bisa disaksikan para pedagang tradisional yang berjualan di atas perahu atau kelotok sebagai salah ciri utama aktivitas jual beli budaya Banjar.
Sedang Kabid Pengembangan Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kalsel, H Faisal, menambahkan, Event Budaya Pasar Terapung 2018 adalah “Dari Pasar Terapung Kalimantan Selatan untuk Destinasi Wisata Indonesia”
Tema itu memiliki makna, Kalsel memiliki beragam pesona wisata yang layak menjadi kalender event wisata nasional, terutama kearifan masyarakat lokal mempertahankan budaya bahari, khususnya kehidupan di atas perairan sungai. (bdm/foto: dok)