SUNGAI BATANG– Sebanyak 40 warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sejak sepekan terakhir mengungsi ke Kabupaten Banjar, tepatnya di wilayah transmigrasi Desa Sungai Batang, Martapura Barat.
Pengungsi yang kebanyakan perempuan dan anak–anak ini, datang dalam dua gelombang. Pertama, sebanyak 11 orang, Kamis (20/8). Gelombang kedua, sebanyak 29 orang, Sabtu (26/8) malam. Jumlah ini diperkirakan bakal bertambah.
“Karena ada keluarga di sana yang juga mau ke seni. Ada yang satu keluarga tiga orang. Ada juga yang delapan orang. Tapi pastinya kapan ke sini, saya belum tahu,” kata Nurdin, Kamis (30/8), koordinator pengungsi gelombang pertama.
Menurut Nurdin, mereka memilih mengungsi karena merasa trauma. Penyebabnya, hampir setiap hari sejak gempa pertama kali pada 29 Juli lalu, gempa mengguncang mereka.
Meski para pengungsi ini tidak mengalami luka fisik, namun merasakan kelelahan dan kecemasan akan keselamatan jiwa mereka.
Desa Sungai Batang yang merupakan kawasan transmigrasi dipilih, karena banyak keluarga atau kerabat yang menjadi transmigran di desa itu sejak 1994.
Selain ada keluarga, di desa ini aman dari gempa. Sehingga para pengungsi bisa lebih tenang dan memulihkan trauma yang mereka rasakan.
“Sejak gempa pertama, malam saat Sholat Isya, dia (gempa,red) datang terus. Siang, malam, hampir setiap hari,” kata Saadudin, seorang pengungsi.
Para pengungsi ini, merupakan warga Desa Teko, Kecamatan Peringgabaya, Lombok Timur, NTB. Sejak diguncang gempa pertama kali, mereka mengaku memilih berdiam dan tidur di tanah lapang di dataran tinggi dengan tenda seadanya.
“Panik, karena dari pertama gempa itu ada kabar air naik. Makanya kami naik ke tempat lebih tinggi dan diam di persawahan. Tidak berani kembali ke rumah,” ujar Mulya, wanita paruh baya, yang mengungsi ke Desa Sungai Batang, bersama suaminya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, total keseluruhan gempa bumi yang mengguncang Lombok sejak 29 juli 2018, sebanyak 1.973 kali. Bahkan, hingga Kamis (30/8) pukul 07:10 Wita, gempa susulan kembali terjadi dengan magnitudo 4,6. (emy/foto: deny yunus)