BANJARBARU– Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ilmi, Landasan Ulin, Banjarbaru, KH Himron Mahmud, membantah santrinya terserang penyakit campak dan rubella.
Bantahan diungkapkan Himron, Rabu (12/9), pasca pernyataan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru yang menyebutkan ditemukan 33 kasus campak dan rubella di ponpes ini.
Menurut Himron, para santrinya saat ini dalam kondisi baik, meski beberapa waktu lalu ada sejumlah santinya, baik putri maupun putra yang mengalami sakit panas dan ditubuhnya ada bintik- bintik merah. Namun hal itu sudah biasa dialami sejumlah santrinya.
“Kalau orang Banjar bilang itu kena kerumut. Sudah biasa di sini,” kata Himron.
Sesuai kebiasaan di ponpes yang dipimpinnya, menurut Himron, kalau ada santri yang sakit biasanya dipulangkan untuk dirawat di rumah masing-masing.
“Waktu itu memang ada yang dipulangkan. Tapi sekarang sudah kembali lagi,” ujarnya.
Diakui Himron, saat mengalami sakit sejumlah santrinya yang diperiksakan ke puskesmas dekat dengan ponpes tersebut. Memang sempat diambil sample darahnya, namun hingga kini pihaknya tidak pernah menerima salinan hasil laboratorium dari sample darah tersebut.
“Kami tidak pernah menerima hasil laboratorium uji sample darah itu. Tahunya cuma dari informasi beberapa orang. Itu pun bukan dari instansi yang berkompeten. Harusnya kan dari dinas kesehatan,” imbuhnya.
Jadi, lanjut Himron, pihaknya juga tidak tahu anak yang mana yang dibilang kena campak dan rubella tersebut.
Menurut Himron, pihaknya meminta dinas kesehatan untuk menjelaskan kesimpasiuran ini. Karena banyak orang tua murid yang bertanya-tanya.
Diakui Himron, pondok pesantrennya tidak melakukan vaksinisasi campak rubella. Hal itu karena orang tua santri banyak yang menolak.
“Saat ini kalau ada orang tua santri yang ingin anaknya divaksin, ponpes tidak melarang. Namun bisa dilakukan di puskesmas sekitar ponpes, tempat biasa santri berobat,” tandasnya. (emy/foto: deny yunus)