PALANGKA RAYA– Wakapolda Kalteng, Brigjend Pol Drs Rikwanto, meminta insan pers dan pengelola media massa untuk bijak membagi informasi.
“Pemberitaan yang tidak seimbang dan provokatif, sama dengan menghancurkan halaman dan dapur ‘rumah’ sendiri,” tegas mantan Karo Multimedia Divhumas Polri itu.
Berbicara pada Forum Komunikasi Polda Kalteng dan Insan Pers 2018, di Palangka Raya, Jumat (31/8) malam, Rikwanto menyebut, banyak media massa yang hadir saat ini tidak dibarengi dengan profesionalisme jajaran redaksinya. Kebanyakan media itu merupakan media massa berbasis online.
“Kita mengerti, media saat ini berlomba cepat menyampaikan berita kepada publik. Karena cepat-cepatan itu, kadang tidak diimbangi keakuratan data,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.
Menurut Rikwanto, tak hanya kurang dari sisi keakuratan data, berita yang dilansir media saat ini juga banyak yang tidak memenuhi unsur coverboth side atau keseimbangan informasi dari narasumber. Sehingga lebih bersifat subyektif, berdasar asumsi pembuatnya.
“Akibatnya, berita pun cenderung memancing gejolak di masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan suatu daerah,” jelasnya.
Merujuk sambutan yang disampaikan Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan, hingga saat ini situasi Kamtibmas di Kalteng relatif kondusif, wakapolda meminta seluruh insan pers turut serta menjaganya.
“Jangan justru dapur, tempat mencari makan dan halaman rumah kita ini, kita hancurkan sendiri,” tandasnya.
Diingatkannya, jelang pesta demokrasi, yakni pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2019 mendatang, pers akan digoda oleh banyak kepentingan politik.
“Kami berharap, insan pers dan pengelola media massa tetap bijak dalam menampilkan berita ke publik agar keamanan daerah tetap terjaga. Ke depan, kita (polri-pers) akan selalu sharing, sehingga tercipta simbiosis mutualisme,” ujarnya.
Sementara Ketua PWI Kalteng, H Sutransyah, meyakinkan pihaknya akan terus mendorong terciptanya pers yang profesional. Salah satu caranya dengan aktif melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi bagi wartawan.
“Sampai dengan 2017, sudah sebanyak 397 anggota PWI yang mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW). Program kerja PWI Kalteng 2018 ini menggelar dua kali UKW, yakni di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pulang Pisau,” jelas Sutran. (sar/foto: sut)