PELAIHARI– Perangkat dan staf Desa Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, sudah delapan bulan tidak menerima insentif. Perangkat desa terpaksa mengutang untuk menjalankan roda pemerintahan.
Terlambatnya pencairan dana desa akibat kelalaian mantan Kepala Desa yang tidak segera memperbaiki administrasi, sarat untuk pencairan dana di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset (DPPKA) Tala.
Ironisnya lagi, Salim, mantan Kades Ambungan, yang masa jabatannya berakhir per bulan Agustus 2018, saat ini statusnya menjadi tahanan Polres Tanah Laut. Mantan Kades diamankan diduga terlibat mark up dan proyek fiktif yang bersumber dari APBDes 2015-2016.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya pelaksana tugas yang difinitif paska lowongnya jabatan kades. Dengan tidak adanya pelaksana tugas kades, otomatis pengurusan pencairan dana desa terkendala.
Jumadi, Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pelayanan Desa Ambungan, membenarkan saat ini ia dan perangkat serta staf desa belum menerima insentif.
“Benar, saat ini kami sudah delapan bulan tidak mendapatkan insentif dari desa. Bahkan untuk menjalankan roda pemerintahan, kami terpaksa pinjam,” kata Jumadi saat ditemui di Kantor Desa Ambungan, Rabu (5/9/).
Suparman, Kepala Dusun 1 Desa Ambungan, mengaku terpaksa bekerja serabutan untuk mendapatkan penghasilan selama tidak mendapatkan insentif dari desa.
“Saya terpaksa bekerja apa saja untuk mendapatkan uang, apalagi kebun saya saat ini belum dapat menghasilkan karena baru ditanam,” kata Suparman.
Aparat dan staf desa berharap agar pemerintah segera menunjuk atau mengangkat Plt Kades, sehingga roda pemerintahan desa dapat normal kembali.
Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tanah Laut, Darmawisata mengatakan, usulan untuk mengangkat PNS di lingkungan Pemda Tala sebagai Plt Kades Ambungan, tengah dalam proses.
“Semoga prosesnya berjalan lancar, penunjukkan Plt sudah dilakukan, mudahan dalam waktu segera sudah dapat direalisasikan,” kata Darmawisata saat dikonfirmasi Rabu (5/9/).
Meski kondisi pemerintahan desa morat marit, namun aparat dan staf desa masih menjalankan tugasnya dengan baik, terutama melayani warga yang ingin surat pengantar dari desa. (zkl/foto: zul yunus)