BANJARMASIN– Pakar ekonomi pembangunan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Dr Ahmad Alim Bachri, menilai kinerja tata kelola keuangan Pemprov Kalsel selama beberapa tahun terakhir, masuk dalam predikat memuaskan.
Penilaian diutarakan Prof Ahmad Alim saat menjadi narasumber utama dalam Dialog Pembangunan Daerah, Rabu (5/9)
Menurutnya, penilaian bisa dilihat dari prestasi kinerja tata kelola keuangan selama beberapa tahun terakhir. Terbaru adalah prestasi nasional sebagaimana dirilis Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Bina Keuangan Daerah, tentang Kemandirian Fiskal Daerah secara Nasional 2017
Rilis tersebut menempatkan Pemprov Kalsel berada di peringkat kedua dari 34 Provinsi se Indonesia . Posisi Kalsel berada di bawah satu tingkat dari Pemprov DKI Jakarta
Ahmad Alim menjelaskan, prestasi kemandirian fiskal daerah itu tercermin dari rasio pendapatan asli daerah, lebih besar dibandingkan dari dana perimbangan pusat, yakni mencapai 59, 66 persen.
“Kemandirian fiskal daerah menjadi cermin dari pengelolaan keuangan daerah yang profesional. Ini ditandai dengan diterapkannya prinsip-prinsip transparansi, akuntabelitas dan proporsionalitas pedoman kinerja mengelola keuangan daerah,” jelasnya.
Prestasi lain di bidang pengelolaan keuangan daerah sebagai hasil dari kerja keras, kerja cerdas dan soliditas seluruh stakeholder di lingkungan Pemprov Kalsel, yakni dengan berhasilnya mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut sejak 2013.
Sementara Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Kalsel, H Aminudin Latif, mengatakan, apa yang telah diraih merupakan cerminan soliditas dan profesionalitas, serta adanya relasi positif antara jajaran eksekutif dan legislatif.
Khusus terkait pertumbuhan APBD secara empirik kontribusi PAD, khususnya komponen pajak daerah, masih sangat dominan dibandingkan dengan sumber penerimaan lainya.
“Pajak Daerah memberi kontribusi 78 persen terhadap PAD. Ini bisa dilihat dari tahun ke tahun pertumbuhannya terus mengalami kenaikan yang signifikan,” ujar Aminudin. (bdm/foto: hum)