BANJARMASIN– Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kini memiliki fasilitas kesehatan setingkat Klinik Pratama yang refresentatif dengan menyediakan dokter spesialis.
Sang penggagas, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM, Dr drg Rosihan Adhani, mengaku bersyukur akhirnya faskes yang diberi nama “Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) itu terwujud dengan dukungan penuh Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi.
“Usulan pembukaan klinik ini sudah sejak 2 tahun lalu saya gagas. Alhamdulilah, sekarang izin operasional sudah keluar dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin,” ujar Rosehan saat peresmian, Jumat (14/9).
Dengan sudah dimilikinya izin, lanjut Rosehan, legalitasnya kuat sebagai Klinik Pratama yang bisa melayani civitas akademika maupun masyarakat umum.
Meski menyelenggarakan pelayanan medis dasar untuk dokter umum, Klinik Pratama ULM juga menyediakan dokter spesialis gigi, psikologi dan medical check up.
Dengan dilengkapi apotek, ruang gawat darurat, laboratorium hingga ruang tindakan dan perawatan, faskes yang berada di gedung eks Poliklinik depan Bank BNI ULM di kampus Kayutangi itu, siap memberikan pelayanan maksimal dengan tarif terjangkau.
Pengelola LMMC yang dikomando Dwi Setyo Hadi, juga tengah menjajaki kerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Mahasiswa juga bisa jadi member langsung dengan Rp25 ribu per bulan yang dibayar per semester untuk mendapatkan pelayanan secara gratis,” jelas mantan Kadinkes Kalsel itu.
Bahkan, sambung Rosehan, ada juga Kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Kampus yang iurannya dimasukkan dalam UKT. Namun saat ini hanya beberapa fakultas yang sudah menerapkannya dan ke depan semua fakultas melakukan hal serupa.
Ditegaskan Rosihan, pihak kampus harus menjamin proses belajar mengajar berjalan baik, seiring terjaganya kesehatan diri para mahasiswa dan staf pengajarnya.
“ULM memiliki potensi luar biasa dengan jumlah mahasiswa 30 ribu dan 5 ribu dosen. Generasi muda dan akademisi harapan bangsa harus dijaga kesehatannya,” tegasnya.
Ke depan, tambah Rosihan, Klinik Pratama akan dikembangkan terus untuk bisa dibangun lagi satu unit di kampus ULM Banjarbaru. Sehingga akan terintegrasi dengan Apotek Pendidikan ULM dan Poliklinik yang sudah ada di sana.
“Keberadaan LMMC bisa dimanfaatkan mahasiswa dan masyarakat untuk konseling psikologi, tes bakat hingga tes narkoba. Ke depan harapan kita tes kesehatan mahasiswa baru juga bisa dilaksanakan secara terpusat di LMMC,” pungkasnya. (imn/foto: iman)