BANJARMASIN– Destinasi pariwisata, terlebih wisata religi yang berkualitas dan dapat dijual kepada wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara, tengah dikembangkan Dinas Pariwisata Kalsel.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli, dalam penyusunan dan workshop pola perjalanan (travel pattern) dengan tema “Dengan Paket Perjalanan Wisata Dapat Memberikan Kemudahan Pelayanan Bagi Wisatawan”, Senin (22/10).
Untuk mencapai keberhasilan penyelenggaraan kepariwisataan dimaksud, menurut Dahnial, diperlukan langkah-langkah serasi antar semua pihak, baik pemda, pengusaha pariwisata maupun masyarakat. Sehingga terwujud keterpaduan lintas sektor.
“Peran penting pemda memberikan arahan agar pelaksanaan usaha jasa perjalanan wisata dapat saling mengisi, berkaitan dan saling menunjang satu dengan lainnya,” jelas Dahnial.
Sementara Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris, yang membuka kegiatan mengatakan, Kalsel memiliki berbagai potensi destinasi wisata yang belum maksimal digali.
Khusus untuk wisata religi, menurut sekda, adalah wisata yang cukup sering dilakukan, baik di wilayah Kalsel maupun luar Kalsel. Bahkan volume masyarakat yang melakukan wisata religi di Kalsel setiap harinya semakin bertambah.
Karena itu, kata Haris, dikegiatan ini dapat dijabarkan dengan baik wisata religi merupakan salah satu wilayah garapan yang dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Sehingga road map mengenai wisata religi ini harus betul-betul dirancang,” imbuhnya.
Diingatkan Haris, dalam pengembangan pariwisata agar memperhatikan peningkatan kenyamanan wisatawan. Ini karena pariwisata adalah sektor yang menawarkan jasa. Sehingga pelayanan terhadap wisatawan menjadi unsur penting.
“Jangan sampai di tempat wisata religi yang dipaketkan fasilitasnya tidak mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berkunjung,” ujarnya mengingatkan. (end/foto: hum)