BALIKPAPAN– Kabar bohong atau hoax yang beredar di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, kian menjadi. Penyebaran berita yang berandil merusak tananan sosial tersebut, marak di media sosial.
Ketika pemberitaan tersebar di media social, cepat menyebar . Karena itu, perlu adanya pemahaman, khusus untuk menyikapi apakah berita tersebut benar adanya atau hoax.
“Sangat rentan sekali karena penyebaran di media sosial mudah dan cepat. Makanya pengguna media sosial harus jeli menyikapinya,”ungkap Suryansyah, tokoh masyakat Balikpapan, Kamis (25/10).
Pria yang juga menjabat Ketua Gerakan Putera Asli Kalimantan (Gepak) Kuning Kaltim ini, mengaku penyebaran berita hoax sangat meresahkan.
“Kita sudah hidup damai dan berdampingan. Tentunya jangan mudah terhasut kabar-kabar yang bisa memecah belah,” ujarnya mengingatkan.
Selain itu, Suryansyah juga menyikapi ada reaksi kelompok masyakat yang menyebar undangan melakukan aksi unjuk rasa terkait kasus pembakaran bendera dengan kalimat tauhid yang terjadi di Garut, Jawa Barat.
“Kami juga meminta agar menahan diri untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa. Karena yang ditakutkan akan ada aksi lanjutan. Ini yang tidak kita inginkan,” pintanya.
Menurutnya, Balikpapan dalam situasi yang kondusif, sehingga perlu dijaga bersama.”Mari kita jaga bersama kondusifitas Balikpapan, kita duduk bersama dan berdialog,” tandasnya. (ilm/foto: hilman)