BANJARMASIN– Laboratorium lingkungan mempunyai peran penting dalam mendukung tugas pemerintah untuk melakukan uji kualitas lingkungan secara objektif.
“Seperti apa mau menentukan lingkungan itu tercemar kalau laboratorium lingkungan tidak punya. Padahal masalah lingkungan semakin hari semakin berkembang,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Ir Ikhlas, MP usai membuka Forum Komunikasi
Teknis Laboratorium Lingkungan se Kalimantan di salah satu hotel di Banjarmasin, Selasa (16/10).
Salah satu aspek penting dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup, lanjut Ikhlas, ketersediaan laboratorium lingkungan yang mampu menghasilkan data valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah maupun hukum.
“Oleh karena itu, peranan dan fungsi laboratorium lingkungan sangat vital dalam mendukung tugas-tugas pemerintah,” tandasnya.
Keberadaan laboratorium lingkungan, sambung Ikhlas, juga mampu jadi salah satu penyumbang pemasukan bagi daerah.
“Laboratorium merupakan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Biaya tersebut bisa dari pengujian sampel air maupun yang lainnya,” katanya.
Menurut Ikhlas, di Kalsel baru ada 4 laboratorium lingkungan yang terakreditasi, yakni milik Pemprov Kalsel, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Tapin.
Untuk memperkuat peran laboratorium, perlu dukungan terutama dari segi perencanaan dan pendanaan. “Karena itu kita mengundang Biro Perencanaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Kalsel. Mudah-mudahan 2019 kita mendapat dukungan sarana dan prasarana. Karena alat untuk mengukur parameter itu mahal,” ucapnya.
Laboratorium milik Pemprov Kalsel dapat menguji dan melakukan pengambilan contoh uji sebanyak 18 parameter. Diharapkan jumlah parameter tersebut terus bertambah seiring dengan dukungan, baik pusat dan daerah. (syh/foto: hum)