BANJARMASIN, banuapost.co.id– Mantan Panglima TNI era Presiden SBY, Djoko Santoso, mengingatkan agar demokrasi tidak diciderai dengan keberpihakan.
“Jangan rusak demokrasi yang telah dijaga dan disepakati
bersama dengan keberpihakan,” tandas Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.
Djoko Santoso mengingtakan itu ketika memberi arahan
politik untuk pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 di BPP Prabowo-Sandi, Jl
A Yani Km 13,2, Gambut, Ahad (3/2).
Karena itu, sambung Djoko, dalam Pemilu 2019 mendatang aparatur sipil negara (ASN) dan aparat
keamanan, yakni Polri dan TNI, tetap menjaga netralitasnya.
Di hadapan relawan pemenangan Prabowo-Sandi Kalsel, Djoko
juga mengingatkan seluruh jaringan yang ada untuk bergerak mengkampanyekan
capres-cawapres unggulannya tersebut.
“Kampanye untuk pemenangan Prabowo-Sandi sangat penting
dilakukan setiap relawan dengan turun ke lapangan,” tegasnya.
Namun terpenting pula, lanjut Djoko, parpol yang
tergabung dalam Koalisi Adil Makmur untuk memenangkan pemilihan legislatif.
Sebab menurut Djoko, kebijakan Prabowo-Sandi jika nanti
terpilih menjadi presiden-wakil presiden, tentu butuh dukungan dari parlemen.
Usai memberi pengarahan di Sekretariat BPP Kalsel
Prabowo-Sandi, Djoko Santoso bersama rombongan berziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad
Al-Banjary atau Datu Kalampayan, di Astambul, Kabupaten Banjar.
Selanjutnya, Djoko Santoso bertolak ke Kota Palangka Raya untuk menyiapkan safari politik Sandiaga Uno di ibukota Provinsi Kalteng itu, dan di Kota Kapuas. (yb/JR/foto: ist)
