PELAIHARI, banuapost.co.id– Sapransyah salah seorang pelaku pencurian laptop milik SDN Angsau 4 Pelaihari, mengaku aksi yang dilakukannya bersama dua rekannya tidak direncanakan. Ide muncul saat berteduh di lokasi akibat hujan deras.
Pengakuan
itu diungkapkan Sapransyah saat mengikuti gelar perkara di Mapolres Tanah Laut,
Rabu (6/2).
Warga
Desa Jorong, Kecamatan Jorong, bersama dua rekannya Supiyadi juga warga Desa
Jorong, dan Sahruji, warga Desa Batalang, Kecamatan Jorong, diamankan petugas
pada 2 Februari lalu.
Ketiga
tersangka yang melakukan aksinya pada Minggu 27 Januari lalu, diamankan petugas
dikediaman masing-masing setelah sebelumnya petugas mengamankan Wahyudinor,
warga Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Kepada
petugas, Sapransyah mengakui segala perbuatannya. Namun ia menampik aksi bersama
temannya itu direncanakan.
Menurut
Sapransyah, ide melakukan pencurian muncul saat ia dan dua temannya berteduh di
depan sekolah.
Melihat
sekolah yang sepi, terlebih lagi saat itu akibat pengaruh minuman alkohol,
Sapransyah mengajak kedua rekannya untuk membongkar sekolah.
Mereka
kemudian merusak pintu dan teralis di bagian dalam. Karena tidak ada penjaga
ditambah hujan deras, mereka dengan leluasa merusak pintu depan.
“Saat
di dalam saya hanya meraba-raba dan kebetulan menemukan satu tas yang setelah
dibuka ternyata berisi laptop,” kata Sapransyah.
Hasil jarahan
kemudian dijualkan Wahyudinor. Dua laptop terjual masing-masing seharga
Rp850.000 dan Rp1.300.000.
“Saya
hanya membantu menjualkan, karena saya juga butuh uang,” kata Wahyudinor.
Dari menjual, Wahyudin mengaku mendapat upah Rp150.000 untuk laptop yang pertama dan Rp 450 ribu untuk laptop yang kedua. (zkl/foto: zul yunus)
