MAMUJU, banuapost.co.id–
Inovasi teknologi pertanian, khusus untuk petani kakao, dipaparkan capres 01,
Jokowi, dalam kampanye terbuka di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (28/3).
Seperti diketahui, Mamuju merupakan wilayah penyumbang
kakao terpenting bagi Sulawesi Barat. Provinsi ini menyumbang 24
persen produksi kakao nasional.
Karena kondisi yang menjanjikan untuk produksi nasional, soal
bagaimana inovasi dan teknologi pertanian bisa lebih dikembangkan lagi, dipaparkan
Jokowi dengan segala inovasinya.
Sehingga akhirnya, ujar Fiki Satari, petani-petani kakao
di Mamuju menjadi petani canggih. Sedang produksi kakaonya, dapat meningkat
dengan kualitas yang baik.
“Hal ini sudah tercemin dari alokasi APBN-P 2019
sebesar Rp1,4 triliun, khusus untuk pengembangan kakao,”jelas Direktur Konten
Tim Kampanye Nasional (TKN) itu.
Potensi pengembangan kakao, lanjut Fiki, sangat luas. Turunan
dari produk kakao bisa dikembangkan lebih luas lagi melalui hilirisasi kakao
Inovasi-inovasi dan teknologi pengolahan kakao akan terus
dikembangkan, agar nilai tambah kakao meningkat. Akhirnya, kesejahteraan petani
kakao yang terangkat, dan penghasilan UMKM juga meningkat.
Selain itu, menurut Fiki, pendampingan dan peningkatan
akses modal juga akan terus ditingkatkan agar produktivitas petani semakin
tinggi.
“Sedang revitalisasi dan rehabilitasi tanaman kakao
rakyat, juga akan menjadi program penting untuk 5 tahun ke depan,” pungkasnya. (*/yb/foto: ist)
