BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Silang pendapat Bawaslu Banjarbaru dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf
Amin Kalsel, soal siapa yang memasang alat peraga kampanye Pilpres 2019, rupanya
mengusik Koordinator Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel, Samahuddin
Muharram.
Mantan Ketua KPU Kalsel ini justru menilai kesalahan ada
di KPU dan Bawaslu Kalsel. Pasalnya tidak memiliki basis data, siapa saja yang
tergabung dalam relawan kedua kontestan capres dan cawapres itu di Kalsel.
“Dari awal, penyelenggara pemilu ini tidak meminta data
atau mendata semua tim relawan dari kedua pasangan capres-cawapres yang ada di
Kalsel,” tandasnya, sebagaimana dikutip dari jejakrekam.com, Selasa (12/3).
Seharusnya, lanjut pria bertubuh tambun itu, KPU dan
Bawaslu Kalsel sudah punya data. Sehingga bisa mendeteksi sejak dini jika ada ketidakberesan
soal pemasangan APK itu.
Bahkan, menurut Samahuddin, sepatutnya dua lembaga
penyelenggara pemilu itu dari awal sudah mengundang dan menggelar rapat
koordinasi sebelum memasuki masa kampanye seperti sekarang.
“Dengan rapat koordinasi, KPU dan Bawaslu Kalsel berikut
jaringannya di daerah, sudah memiliki data mana saja yang tergabung dalam
barisan relawan 01 dan 02. Jadi tidak mengemuka lagi, seperti polemik terjadi
belakangan ini, termasuk akun-akun media sosial yang dipakai kedua barisan
relawan peserta pemilu itu,” tegas Staf Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan
Gubernur Kalsel itu.
Jika KPU dan Bawaslu sudah punya data valid, sambung
Samahuddin, maka akan mudah mengidentifikasi jika diduga ada pelanggaran, baik
bersifat pidana maupun administrasi.
“Termasuk soal polemik siapa yang memasang baliho 01 di
kawasan terlarang berdasar SK KPU Banjarbaru tersebut,” katanya.
Seperti diberitakan, Ketua Bawaslu Banjarbaru, Dahtiar,
menyebut pemasangan baliho capres-cawapres 01 itu dilakukan TKD Provinsi
Kalsel.
Pernyataan Dahtiar dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu
Kalsel di Banjarmasin, Senin (11/), kontan dibantah Ketua Koalisi Parpol
Pengusung TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Kalsel, H Supian HK.
Menurut H Supian HK, para relawan yang memasang tanpa
pemberitahuan kepada tim sukses di daerah.
“Kami
sendiri menyesalkan kejadian itu seolah-olah dari TKD Kalsel yang melakukannya.
Padahal sebenarnya tidak ada,” tegas Supian HK kepada wartawan, Senin (11/3). (yb/jr/foto: jejakrekam)
