BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kaum milineal di Provinsi Kalsel ditantang untuk tidak menjadi pemuda dan pemudi biasa-biasa saja. Tapi ikut berkarya di dunia politik.
Tantangan itu disampaikan Ketua Taruna Merah Putih (TMP)
Kalsel, M Syarifuddin, dalam dialog publik yang bertajuk: “Millenial
Political Movement, A Solution Or Not”, Sabtu (2/3) sore.
Menurutnya, dialog publik seperti ini menjadi langkah
awal Taruna Merah Putih Kalsel menyediakan ruang-ruang publik atau ruang dialog
yang seharusnya dilaksanakan pemerintah.
“Jadi kegiatan ini langkah awal kami untuk membuka
ruang publik tersebut,” tandasnya.
Bahkan dengan dialog publik ini, lanjut Syarifuddin, ingin
mengajak dan memberikan pemahaman kepada kaum milenial agar tidak alergi
terhadap dunia politik, terlebih menjelang Pemilu 2019 ini.
“Untuk itu ayo kita sama-sama masuk dunia politik
yang sudah baik ini agar menjadi lebih baik lagi ke depannya,” katanya.
Sementara gubernur dalam sambutan yang dibacakan Staf
Ahli Pemerintahan Bidang Hukum dan Politiknya, Gusti Syahyar, mengapresiasi
gerakan yang dilakukan kaum milenia,l terlebih dengan adanya dialog seperti
ini.
Melalui dialog ini para mahasiswa dan kader-kader caleg
dari kaum milenial, dapat memberikan gagasan baru yang inspiratif dalam proses pelaksanaan pembangunan di Banua
dan negeri ini.
Selain itu, gubernur juga mengajak kaum milenial dapat
mengambil peran dalam pemilu serentak ini, untuk ikut serta memberikan tenaga
dan pikiran bagi Banua.
“Tentu kami memerlukan peran kaum milenial. Mari
selagi muda berkarya dan bergerak,” tandasnya.
Hadirnya kader-kader caleg yang berasal dari kaum milenial ini, gubernur menginginkan agar kesempatan jangan disia-siakan. Kalsel ingin kaum muda dapat menjadi pimpinan yang tentu memiliki pemikiran yang bagus demi menuju Banua lebih baik. (end/foto: hum)
