PELAIHARI,
banuapost.co.id– Sebuah rumah walet di
Desa Kampung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dijarah komplotan
begal, Selasa (28/5) dini hari. Namun naas, penjaganya meninggal saat membantu
polisi mengamankan maling-malingnya.
Khairudin,
penjaga sarang wallet itu, meninggal saat mencoba mengantar borgol milik
anggota yang tertinggal di mobil. Lelaki berusia 48 tahun itu, mengalami sesak
nafas saat menaiki tangga di dalam rumah walet yang dijaganya.
Menurut
warga sekitar TKP, sejak sekitar pukul 03:00 wita sudah mengetahui adanya
pencuri di dalam rumah walet, setelah diberitahu Khairudin melalui telepon.
Hendro,
salah seorang warga yang mendapat pesan, mengaku sekitar pukul 03:00 Wita hanya
berdiam diri di dalam rumah, sesuai pesan dari almarhum.
“Almarhum
sempat menelepon saya, meminta untuk tidak keluar rumah. Karena di dalam rumah
walet ada sekawanan pencuri,” kata Hendro menirukan bunyi pesan almarhum.
Almarhum
juga menurut Hendro meminta warga untuk tidak keluar rumah, sampai petugas dari
Polres Tanah Laut datang ke tempat kejadian.
“Kami
benar-benar tidak mengetahui kalau pada subuh itu sudah ada pencuri masuk dalam
rumah walet yang dijaga alamarhum,” kata Hendro.
Menurut
Hendro, lima begal yang berhasil diamankan petugas, sama sekali tidak ada yang
dikenal warga di wilayah tersebut.
“Kemungkinan
pelaku merupakan kelompok yang pernah menjarah rumah walet ini, satu tahun
lalu,” terang Hendro.
Namun
pada kejadian pertama itu, pemilik rumah walet meminta warga setempat untuk
tidak meributkannya.
Kasus
pencurian sarang walet ini sudah ditangani jajaran Polres Tala. “Saat ini kami
masih mendalami kasusnya, dimana-mana saja komplotan ini beraksi,” ujar Kasatreskrim
AKP Alfin Agung. (zkl/foto: zul yunus)
