BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Ibnu Sina dan Hasnuriyadi Sulaiman HB, merupakan dua kandidat kuat dalam bursa Pemilihan Walikota Banjarmasin 2021 – 2026.
Meski demikian, sejumlah nama juga bermunculan dalam
pesta demokrasi 2021 mendatang, seperti misalnya Wakil Walikota Hermansyah,
Karmila Muhidin, Ananda, M Yamin dan Syaipul Adhar.
Seperti diketahui, kepemimpin Walikota Banjarmasin, Ibnu
Sina dan wakilnya, Hermansyah, untuk periode 2016 – 2021 bakal segera berakhir.
Namun berdasarkan aturan, keduanya masih bisa maju di
periode berikutnya yang tahapannya dijadwalkan mulai September 2019 mendatang. Baik
maju tetap sebagai pasangan, maupun masing-masing mencalonkan diri periode 2021
– 2026.
Dikutip dari PollingKita.com
yang beredar di media sosial Facebook, sejumlah nama meramaikan bursa balon
Walikota Banjarmasin. Yakni Ibnu Sina, Hermansyah, Karmila Muhidin, Hasnuriyadi
Sulaiman HB, Ananda, M Yamin dan Syaipul Adhar.
Sejak bergulir Senin (10/6) sore sekitar pukul 16:00 Wita
hingga Selasa (11/6) siang sekitar pukul 14:30 Wita, total 839 netizen yang
memberikan suaranya, Ibnu Sina yang merupakan petahana, berada di urutan
pertama dengan perolehan 42,1 persen atau 353 suara.
Disusul Hasnuriyadi Sulaiman HB 23,2 persen atau 195
suara. Kemudian ada Syaipul Adhar dengan perolehan 8,6 persen atau 72 suara.
Selanjutnya M Yamin 7,9 persen atau 66 suara. Ananda 7,6 persen atau 64 suara.
Karmila Muhidin 6,6 persen 55 suara. Sedang Hermansyah, 4 persen atau 34 suara.
Kepada sejumlah awak media, beberapa waktu lalu, Ibnu
Sina memastikan kembali maju mencalonkan diri sebagai Walikota Banjarmasin
periode berikutnya.
Apalagi sebagai politisi dan kader Partai Keadali
Sejahtera (PKS), Ibnu mengaku sudah mendapat sinyal kuat dari partai yang
mengusungnya di pilwali sebelumnya itu. Namun demikian, Ibnu belum mengetahui
siapa yang bakal mendampinginya sebagai calon wakil walikota.
Ibnu merespons positif makin banyaknya calon bermunculan
ketika Pilwali 2020. Sebab ia berharap tidak melawan kotak kosong ketika
Pilwali 2020.
Adapun Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, memastikan
siap melawan Ibnu Sina. “Saya akan tetap maju. Kalau partai (PDIP) tak
mengusung, maka saya akan maju melalui jalur independen,” kata Hermansyah.
Sebelumnya, kader muda Partai Golkar Banjarmasin,
menggadang sosok Hasnuryadi Sulaiman dan Hj Ananda ikut bertarung di Pilwali
2020, karena dinilai punya kemampuan dan popularitas.
Hasnuryadi Sulaiman HB diketahui sebagai anggota DPR RI
asal Partai Golkar dari dapil Kalsel yang kembali terpilih menjadi penghuni Senayan.
Selain pengusaha muda yang juga manager klub bola professional
Barito Putera itu, dari Partai Golkar nama lain yang muncul di bursa balon
Walikota Banjarmasin adalah Ananda, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kota
Banjarmasin.
Dari kursi wakil rakyat di DPRD Kota Banjarmasin, selain
Ananda muncul pula nama M Yamin di bursa balon Pilwali Banjarmasin 2020.
M Yamin diketahui merupakan kader dan politisi dari
Partai Gerindra yang kembali mencatatkan namanya sebagai anggota DPRD Kota
Banjarmasin periode 2019 -2024.
Sedang Karmila Muhidin merupakan pendatang baru dalam
kancah perpolitikan Kalsel. Namun kemunculan politisi Partai Amanat Nasional
(PAN) ini, cukup mengejutkan.
Di Pileg 2019, perempuan ini menyabet 42.114 suara di
daerah pemilihan (dapil) Banjarmasin untuk perebutan kursi DPRD Kalimatan
Selatan.
Perolehan suara itu, membuat anak mantan Walikota
Banjarmasin, H Muhidin, menjadi peraih suara terbanyak kedua setelah H Rusli,
caleg Partai Golkar yang juga Ketua DPRD Banjar dalam Pemilu 2019.
Sementara Syaipul Adhar, merupakan penggiat Forum Peduli
Banua (FPB). Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat ini, pernah
menjabat Direktur Utama PT Ambang Barito
Nusapersada (Ambapers).
Syaipul mengaku siap maju di Pilwali Banjarmasin. Bahkan tim
sudah melakukan pendekatan sejumlah partai politik. “Sudah ada pendekatan ke
sejumlah partai politik. Namun tidak menutup kemungkinan maju melalui jalur
independen,” katanya.
PollingKita.com
adalah website atau situs penyedia polling, atau jajak pendapat dan survey
sederhana bagi semua orang. Meski demikian, hasil polling jangan digunakan
sebagai polling yang representatif. (emy/foto:
ist)
