PELAIHARI, banuapost.co.id–
Warga
Sabuhur, Kecamatan Jorong
Senin (15/7) pagi mendatangi lahan Inhutani III yang mereka klaim sebagai lahan
belukar milik leluhur atau nenek moyang mereka.
Mereka mengaku sudah sejak 2013 mengajukan permohonan kepada
pihak Inhutani III. Namun tidak pernah ditanggapi.
Puluhan warga menggunakan sepeda motor berkonvoi menuju lokasi
untuk memasang tanda di lokasi yang mereka klain tersebut. Warga meminta 500
hektare lahan belukar itu dapat dikelola warga Desa Sabuhur.
Menurut warga, selama ini pihak Inhutani III tidak menggarap
sendiri lahan yang dikelola. Sebaliknya, banyak meyerahkan pada pengusaha
sebagai mitra. Sementara warga Sabuhur yang ingin menggarap lahan di dekat desa
mereka, tidak diperkenankan.
Mahmudin, salah seorang tokoh masyarakat Sabuhur, yang juga Ketua
Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Harapan Desa Sabuhur, mengatakan warga desa
sudah sejak 2013 mengajukan permohonan. Namun sampai saat ini tidak pernah
ditanggapi.
Kalau pun ada pihak Inhutani III, justru memberikan lahan yang
jauh dari desa dan berada di areal desa tetangga. Kondisi demikian menurut
warga, sama saja Inhutani ingin mengadu domba warga Sabuhur dengan warga desa
tetangga.
“Kami sudah mengusulkan permohonan beberapa kali sejak 2013. Namun sampai sekarang kami belum
mendapat jawaban,” ujar Mahmudin.
Mahmudin menambahkan perusahaan juga pernah menyerahkan lahan
yang mereka plot kepada beberapa perusahaan, seperti PT Citra dan CBSA. Kedua
perusahaan itu sempat membuka lahan, namun ditahan warga.
“Mereka (Inhutani) pernah menyerahkan lahan kepada dua mitra
kerjanya, tapi kami tahan dan sampai saat ini tidak dapat bekerja dil okasi
tersebut,” kata Mahmudin.
Sementara Rahmat, anggota DPRD Tanah Laut, yang diminta warga
untuk dating ke lokasi mengatakan, pihaknya mendukung upaya warga untuk
menuntut haknya, dengan catatan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Sebagai wakil rakyat, kami siap mendukung upaya yang dilakukan
warga, selama berjalan dengan tertib,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD Tala
saat berada di lokasi yang dipermasalahkan warga Sabuhur.
Warga Sabuhur saat ini mampu menahan diri. Padahal mereka dengan
jelas dapat melihat banyaknya lahan Inhutani III yang saat ini digarap oleh
warga, namun tidak satu pun berasal dari Desa Sabuhur. Warga luar desa itu
menanam karet dan jagung dengan sistem sewa. (zkl/foto: zul yunus)
