BANJARBARU, banuapost.co.id– Menyeberangnya
api akibat karhutla di Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan
Liang Anggang, Banjarbaru, Sabtu (14/9) siang, menyisakan kerugian bagi pemilik
kayu galam. Pasalnya, puluhan truk kayu yang siap jual, ikut hangus dilalap api
lahan.
Kayu galam yang didatangkan dari
Dadahup, Kalteng, sebagian sudah dilepas
kulitnya, dan kondisinya sudah kering. Sehingga mudah terbakar.
Sani, pemilik galangan kayu galam,
mengaku tidak menyangka api sampai menyeberang ke galangannya, mengingat ruas
jalan Trans Kalimantan di depan rumahnya, lebarnya mencapai 12 meter.
Petugas Satgas Karhutla Kota
Banjarbaru dan belasan unit pemadam kebakaran yang tiba di lokasi, kesulitan
melakukan pemadaman.
Selain hembusan angin yang cukup
kencang, api yang membakar lahan di tepi jalan Trans-Kalimantan, melintasi Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah
Laut, terpecah menjadi beberapa titik.
Ketika angin berhembus kencang dan membawa
asap menutupi ruas jalan Trans Kalimantan, tiba-tiba api sudah menyeberang
menyambar tumpukan galam di depan rumah anak pemilik galangan kayu galam. Untungnya
api tidak sempat menghanguskan rumah, terkecuali bagian dinding yang dijilat.
“Saya tidak menyangka api tiba-tiba
menyeberang, membakar tumpukan galam di depan rumah anak saya,” kata Sani, yang
terlihat seperti tak percaya kejadian yang dialaminya.
Kayu galam, menurut Sani, baru saja didatangkan
dari Kalteng, karena di Desa Pengayuan galamnya masih kecil dan sudah jarang
ada yang berukuran besar.
“Saya baru saja mendatangkan kayu
galam dari Kalteng dengan jumlah sekitar 70 truk dalam berbagai ukuran,” tambah
Sani, seraya mengaku menderita kerugian mencapai Rp150 juta.
Api
baru berhasil dikuasai tim gabungan sekitar pukul 17:00 Wita, dan saat ini
masih dilakukan pembasahan di lahan gambut yang masih berasap.
Akibat
kebakaran lahan di sisi jalan Trans Kalimantan itu, arus lalulintas sempat
macet, sebelum dua anggota Satlantas Polres Banjarbaru turun mengatur. (zkl/foto: zul yunus)
