PANYIPATAN, banuapost.co.id–
Nyalong sapi di wilayah Kalteng, diburu hingga ke Kabupaten Tanah Laut. Ketika
akan diringkus, justeru melawan, hingga terjadi baku tembak.
Baku tembak begal sapi dengan tim gabungan Satreskrim
Polres Pulang Pisau dan Satreskrim Polres Tanah Laut itu, terjadi di Trans
Tanjung Dewa, Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Tala, Sabtu (7/9) sore
sekitar pukul 15:00 Wita.
Akibat baku tembak itu, Brigadir Edi Rapi Susanto, anggota
Intel Polres Tala, tertembak. Sementara
seorang lainnya, Novianti binti Pariyono (9), luka di kepala.
Informasi yang diperoleh banuapost.co.id menyebutkan, kasus pencurian sapi itu terjadi Minggu (1/9)
malam sekitar pukul 21:05 WIB.
Modusnya, sapi yang dicuri diberi makanan yang ada
racunnya. Setelah sapi tumbang, barulah dipotong. Pemotongan berlangsung di bawah
jembatan layang Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Rawa, Pulang Pisau.
Dari olah TKP yang dilakukan Tim Resmob Satreskrim Polres
Pulang Pisau, termasuk dengan info yang didapat di lapangan, pelakunya berada di Pelaihari, Kalsel.
Pengejaran dilakukan. Namun sebelumnya, Tim Resmob Polres
Pulang Pisau melakukan koordinasi dengan Resmob Polda Kalsel. Kemudian
dilanjutkan koordinasi dengan Resmob Polres Tanah Laut.
Sabtu (7/9) sekira jam 13:00 Wita, Tim Resmob 2 Polres
menuju ke sasaran. Namun sebelummya, singgah di Polsek Panyipatan. 1 anggota
intel polsek dan 1 anggota Reskrim Polres Pulang Pisau, mengecek keberadaan tersangka
rumahnya.
Di halaman rumah terparkir mobil yang sama dengan
kendaraan yang dilihat saksi di TKP pencurian sapi. 2 polisi kembali ke mapolsek untuk berkoordinasi
melakukan penangkapan.
Dengan mengguanakan tiga buah mobil, tim gabungan menuju
rumah tersangka. Mendekati rumah, tim melihat mobil tersangka keluar dari
halaman, hingga pengejaran pun dilakukan.
Sekira jarak 1,5 km, 2 mobil anggota mendahului mobil
tersangka, dan 1 mobil anggota lainnya mengepung dari arah belakang, memblokade
jalannya mobil.
Mengingat saat penyelidikan didapatkan informasi tersangka
memiliki senjata api genggam rakitan dan 1 pucuk senjata laras panjang, anggota
memerintahkan penumpang turun dan memberikan tembakan peringatan.
Namun ternyata dari dalam mobil, terdengar suara tembakan
dan mengenai punggung bawah kiri Brigadir Edi Rapi Susanto, anggota Intel
Polsek Panyipatan, yang turut membackup giat penangkapan.
Melihat hal tersebut, sebagian anggota menolong anggota yang
tertembak, sebagian lagi menembak balik mobil Toyota Innova warna silver, DA
8372 BH yang dikemudikan tersangka.
Setelah mobil tak dapat berjalan sekira kurang lebih 2 Km
dari lokasi baku tembak, mobil ditemukan dengan kondisi pintu sudah terbuka
semua.
Di dalam mobil ada 3 orang, yakni Irwansyah dan 2 anak kecil, Gazali Akbar dan Novianti binti Pariyono, warga desa Batu Tungku, Panyipatan. Novianti
ditemukan dalam kondisi luka tembak di bagian kepala depan sebelah kanan.
Tak hanya ketiga orang itu, di dalam mobil juga ditemukan
senjata laras panjang rakitan warna hitam / hijau dgn peredam dan aminisi 5,56
mm tajam sebanyak 9 butir.
Dari hasil pemeiksaan sementara terhadap Irwansyah yang
ikut dalam mobil, tersangka dalam kasus pencurian sapi itu Khairullah, temannya saat dulu mencari kayu.
Menurut Irwansyah, tersangka juga tertembak. Tapi tidak jelas
kenanya bagian mana, dan melarikan diri kea rah hutan karet. (yb/zkl/foto: ist)
