SAMPIT, banuapost.co.id– Kebakaran Hutan dan
Lahan (Karhutla) di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, kian
meluas. Api yang melalap semak belukar sejak Jumat (6/9) malam kisaran 19.00
WIB, baru dapat dijinakan Sabtu (7/9) petang pukul 18:00 WIB.
Tiupan angin tenggara
dari laut, membuat nyala api semakin sulit dijinakan, hingga terus merambat
melalap semak dan belukar.
Titik api yang muncul
dari hutan sekitar nyiur randah hingga Sungai Paradah, Desa Ujung Pandaran, tak
bisa terbendung, hingga menyeberang ke Desa Lampuyang.
Kobaran api yang
membara di waktu malam, membuat Tim MPA Desa bersama anggota Posko Pemadam dari
kecamatan juga tak berkutik. Karena lokasinya tidak ada akses jalan menuju titik
api yang jaraknya sekitar 5 kilometer.
Sulitnya menjangkau titik
api, menyebabkannya meluas hingga menyebrang
ke Sungai Bangamat, Desa Lampuyang.
“Nyala api muncul
malam hari sekitar pukul 19: 00 WIB pada Jumat malam. Angin dari arah tenggara
yang kencang, membuat api dengan cepat
melalap hutan dan lahan warga yang ada sekitarnya,” jelas Kades Ujung
Pandaran, Aswin Nur, Sabtu (7/9).
Selain angin dari laut
yang kencang, api semakin membara melalap hutan dan lahan sekitar hingga sangat
sulit dikendalikan.
Tak hanya itu, lokasi
titik api yang jauh dan sulit dijangkau membuat tim MPA desa bersama petugas
posko Kecamatan tak maksimal bekerja.
“Jarak menuju nyala
api sekitar 5 kilometer. Akses jalan menuju ke sana sangat susah, karena memang
tidak ada jalan. Jadi sebatas yang bisa didatangi,” kata Aswin, sapaan
akrabnya.
“Akibat api ini,
sekitar 20 hektare kebun sawit milik masyarakat ikut terbakar. Bahkan api mulai
mendekati ke pinggir poros jalan provinsi,” sambungnya.
Sekarang ini, lanjut
Aswin, akibat terpaan angin yang kecang, api mulai melalap lahan desa tetangga
sebelah, ke anak Sungai Bangamat, Desa
Lampuyang, Teluk Sampit. (urd/foto: ist)
