SAMPIT, banuapost.co.id– Objek wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, Kalteng, selalu dikunjungi para wisatawan. Entah lokal maupun luar daerah.
Pantai yang berhadapan
langsung dengan Laut Jawa, merupakan salah andalan destinasi pariwisata Pemkab Kotim.
Objek wisata kawasan pantai ini, letaknya kisaran 85 kilometer dari Kota
Sampit, Ibukota Kabupaten Kotim.
Meski proyek pengembangan
ke lokasinya terus berjalan, tak menyurutkan niat para pengunjung untuk datang berlibur
ke kawasan wisata kebanggaan Kotim dan Kalteng itu.
Menurut Tawakal, warga
Desa Ujung Pandaran, setiap hari ada saja warga yang berkunjung ke lokasi
wisata pantai. Ada yang berombongan, ada
juga yang hanya bersama keluarga.
“Meski untuk
menuju lokasinya sedang ada pembangunan pengembangan destinasinya, namun warga yang
berkunjung merasa tak terganggu,” ujarnya, Sabtu (7/9).
Terlebih lebih lagi
kalau hari libur, lanjut Tawakal, biasanya banyak anak-anak muda milenial dari
berbagai wilayah yang datang. Tak hanya warga Sampit dan Palangka Raya, bahkan
warga provinsi tetangga, Kalsel.
“Biasanya kalo
yang dari Banjarmasin, mereka sekaligus wisata religi ke makam keramat,” jelasnya.
Sementara Hj Mulyanah,
warga Bati Bati, Tala, mengaku baru pertama ke kawasan wisata Ujung Pandaran. Meski
demikian, keingintahuannya tentang objek wisata itu, setelah melihat dari media
sosial, seperti facebook dan istagram.
“Sebenarnya bukan
wisata Ujung Pandarannya yang dikunjungi. Rencana awalnya mau ziarah ke makam Syech Abu
Hamid di ujung pantainya,” kata Hj Mulyanah.
Namun untuk menuju ke
makam kramat tersebut tidak dapat dilalui dengan kendaraan roda empat akibat
masih dalam pemgembangan pembangunan, keluarga besar Hj Mulyanah menyempatkan
diri singgah di objek wisata pantai ini.
“Setelah mau pulang
nanti, baru ke makam kramat di Desa Samuda Besar. Penasaran ingin datang kesini
untuk melihat pantainya. Begitu juga dengan fasilitasnya seperti villa tempat
santai dan istirahat, berhadapan langsung laut hingga menambah suasana adem dan
rileks,” puji Hj Mulyanah saat istirahat di Villa Yen-Yen yang kelola
swasta tersebut. (urd/foto: ist)
