PALANGKA RAYA, banuapost.co.id–
Gubernur selain jabatan politik dalam sebuah pemerintahan, juga tokoh publik.
Karena itu, tingkah laku ‘presiden’ di provinsi tersebut, harus menjadi contoh
dan panutan.
Soal jabatan sebagai orang nomor satu di Provinsi Kalteng
ini lah, yang rupanya ‘terlupakan’ oleh seseorang bernama Sugianto Sabran itu.
Bagaimana tidak. Sebagai penguasa Kursi Kalteng 1, dia justeru memberi contoh jauh dari pujian saat menyaksikan pertandingan sepakbola Liga 1 antara Kalteng Putra versus Persib Bandung di Stadion Tuah Pahoe Kota Palangka Raya, Jumat (1/11/) malam.
Sugianto Sabran yang menonton di tribun VVIP, justeru bertindak sangat tak terpuji. Melemparkan botol berisi air mineral ke tengah lapangan, hingga diikuti penonton yang lain.
Keributan kecil pun terjadi. Karena melempar apapun ke
dalam lapangan ketika pertandingan tengah berlangsung, jelas-jelas sebagai perbuatan
yang dilarang, terlebih lagi dalam sebuah pertandingan resmi yang menjadi
agenda induk organisasi sepakbola Indonesia, PSSI.
Hebatnya lagi ketika diberi teguran oleh pihak keamanan
pertandingan, malah sang gubernur yang lebih galak balik membalas. Sehingga
membuat sang ajudan jadi ikut kerepotan mengingatkan.
Kapolresta Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar, yang
diminta komentarnya, mengaku menyayangkan tindakan itu. Karena bila dibiarkan,
bisa memicu kericuhan.
Sebagai penanggungjawab dalam pengamanan di pertandingan
sepakbola, menurut kapolresta, polisi memiliki kewenangan untuk melakukan
teguran maupun tindakan.
“Sikap ini agar keamanan dan ketertiban selama dan
setelah pertandingan tetap terjaga. Kami harus pastikan, keamanan pemain,
official, penonton dan masyarakat Kota Palangka Raya jangan sampai
terganggu,” tegas Timbul.
Kapolresta mengaku sangat menyayangkan, karena akhirnya
diikuti penonton lain. Sehingga sempat menegur dari bawah tribun agar tidak
melakukan pelemparan lagi ke arah lapangan.
Rupanya sang hobnur
tidak terima dengan teguran, hingga malah turun ke lapangan menemui kapolresta yang saat itu sedang bertugas sebagai
penanggungjawab pengamanan pertandingan.
“Mungkin saat itu gubernur emosional atas tindakan wasit, kemudian melempar botol ke lapangan. Begitu dia lempar botol ke lapangan, akhirnya diikuti para penonton yang lain. Saat saya tegur ternyata dia tidak berkenan dan malah turun ke lapangan,” ucap AKBP Timbul RK Siregar. (yb/foto: ist)
