BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Jika ingin menjadi seorang pengusaha
yang sukses, selain jangan pernah takut dengan kegagalan, juga harus berani dan
cerdas.
“Karena keberhasilan, awal mulanya berasal dari kegagalan
itu sendiri. Dari kegagalan itulah kita belajar untuk kembali bangkit,” ujar Ketua
Umum BPP HIPMI, Mardani H Maming, dalam acara Ngopi Bareng MHM di Rumah The
Panasdalam, Jl Mayjen Sutoyo S, Senin (4.11) malam.
Dalam acara santai yang dihadiri pengusaha pemula
Banjarmasin, termasuk di antaranya pengusaha laundry itu, CO holding company PT
Batulicin 69 dan Maming 69 itu banyak memberikan tips atau kiat menjadi
pengusaha sukses.
Menurut pengusaha
muda sukses asal Bumi Bersujud, Tanah Bumbu, yang memilki 35 enitas anak
perusahaan di berbagai bidang usaha itu, selain berani dan cerdas, juga harus
lebih fokus pada usaha yg digeluti.
“Jangan setengah-setengah atau ragu-ragu. Karena tidak
sedikit pengusaha yang gagal karena tidak berani mengambil keputusan yang sudah
dipikirkan secara matang dengan segala resikonya,” tandas Bupati Tanah Bumbu ke-2 dua periode itu.
Mardani tak menampik segala kegagalan yang pernah
dialaminya. Bahkan sempat bangkit sebagai penyalur pupuk dengan mengantar
sendiri ke berbagai perusahaan sawit di tanah kelahirannya, Tanah Bumbu.
Sedang awal suksesnya sendiri, diakui Mardani dari hasil usaha
menambang batubara, setelah memiliki Izi Usaha Pertambangan (IUP).
“Awalnya rental satu alat berat. Dengan ada sedikiti uang,
saya mencaba membaranikan diri membeli satu alat berat. Alhamdulillah berkat
kepercayaan bank, saya bisa menambah alat berat,” jelas Ketua Asosiasi
Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu.
Sebagai mantan anak kuliahan yang tidak ada hubungan
dengan disiplin ilmu, Mardani mengaku kesuksesanya berkat berlajar dari
perusahaan besar pertambangan seperti PI Adaro maupun PT Arutmin.
Berawal dari ‘membedah’ keberhasilan perusahaan tambang
orang itulah, Mardani kemudian membangun satu perusahaan lagi yang bergerak di
bidang rental alat berat.
“Selain alat beratnya untuk dikerjakan di perusahaan
sendiri, juga direntalkan ke perusahaan lain,” ujarnya buka-bukaan.
Merasa masih belum puas dengan dua usaha yang ada,
Mardani kemudian mendirikan lagi satu usaha yang bergerak di bidang pengakutan
batubara.
“Seperti juga alat berat, armada angkutan ini selain
untuk mobilisasi batubara sendiri, juga disewakan untuk angkutan serupa,”
tandasnya.
Begitupun dengan soal angkutan untuk pengiriman, jadi
pemikiran Mardani. Sehingga menyiapkan armadanya berupa ponton atau tongkang.
“Hingga kemudian membangun jalan dan pelabuhan untuk
mempermudah pengirimannya,” ucap Mardani.
Dari rangkaian usaha ini, sambung Mardani, dari yang satu
hingga ke pembangunan pelabuhan merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan
sebagai bentuk kesempurnaan dalam berusaha.
“Itulah yang dimaksud dengan membangun perusahaan sejak
hulu hingga hilir. Satu dan lain tak terpisahkan dan saling menopang,”
pungkasnya. (yb/b2n/foto: beben)
