JAKARTA, banuapost.co.id–
Nabi Muhammad SAW sebagai teladan umat, mampu memimpin dan mengubah orientasi
kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama.
Teladan yang ditunjukkan Rasulullah, menjadi ikon
transformasional berkaitan dengan perkembangan peradaban yang menuntut kerja keras, inovasi, dan
kreativitas untuk kemajuan dan keunggulan bangsa.
Hal tersebut dikemukakan Guru Besar UIN Walisongo
Semarang. Prof Dr H Abdul Djamil, MA, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
di Istana Negara, Jumat (8/11).
Prof Dr H Abdul Djamil dalam peringatan hari kelahiran
Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, KH
Ma’ruf Amin, mengangkat tema: “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk
Indonesia Unggul dan Maju”.
“Artikulasi tokoh sentral seperti Nabi Muhammad, dapat dipandang sebagai ikon panutan dalam memimpin umat yang percaya diri di tengah-tengah tantangan,” ujarnya.
Senada, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang memberikan
sambutannya menjelaskan, Rasulullah merupakan tokoh perubahan yang luar biasa
dan mampu mengubah masyarakat di zamannya menjadi masyarakat yang memiliki
semangat juang tinggi.
Ma’ruf melanjutkan, perubahan yang dilakukan Nabi
Muhammad, ialah perubahan yang menyentuh
manusianya di mana Rasulullah menanamkan perubahan akidah, cara berpikir dan
perilaku masyarakat.
“Semangat perubahan seperti yang dilakukan
Rasulullah itulah yang ingin kita contoh dan teladani dalam rangka membangun
Indonesia yang lebih baik,” tandas KH Ma’ruf Amin.
“Mengubah Indonesia dari negara yang berpendapatan
menengah menjadi negara yang berpendapatan tinggi, mengubah Indonesia menjadi
Indonesia Maju,” lanjutnya.
Indonesia maju, sambung wapres, bergantung pada sumber
daya manusianya. Maka itu, pemerintah menjadikan pembangunan sumber daya
manusia sebagai prioritas dalam lima tahun mendatang.
“Mudah-mudahan semangat Rasulullah SAW akan
memberikan inspirasi dan merupakan dorongan semangat dalam rangka kita membangun
Indonesia ke depan,” imbuh wapres.
Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah jajaran
Kabinet Indonesia Maju, sejumlah pimpinan ormas Islam, hingga perwakilan negara
sahabat. (yb/din/foto: setneg)
