BANJARMASIN, banuapost.co.id– Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat mengunjungi DPRD Kalsel, Rabu (11/12) siang. Steven Weston diterima langsung Ketua DPRD H Supian HK.
Dalam pertemuan kisaran 1 jam dengan Wakil Bagian Politik Urusan Politik Domestik AS itu, H Supian HK didampingi sekretaris dewan, AM Rozaniansyah, menjelaskan kondisi perpolitikan di Kalsel yang berjalan aman dan kondusif.
Provinsi Kalsel, menurut politisi Partai Golkar itu, memiliki
luas 37.000 ribu kilometer persegi, berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa dengan
135 kecamatan dan 2.008 desa yang terbagi dalam 11 kabupaten dan 2 kotamadya.
DPRD Kalsel diwakili 55 anggota dewan dari 9 partai politik dan terbagi 4 komisi yang juga didukung dengan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Sedang pimpinan DPRD, diisi partai Golkar selaku peraih 12 kursi, disertai 3 unsur wakil pimpinan dari PDI-P, Gerindra dan PAN.
Selain menjelaskan kondisi politik di Kalsel, Supian HK
yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar itu, menanyakan suasana perpolitikan
di negara Amerika yang hanya memiliki dua partai. Padahal bertarung disetiap
pemilihan umum, tetapi tetap bertahan dan berjalan tanpa ada perubahan.
Sebelum menjawab, Weston melalui penerjemahnya, Darnif,
menjelaskan tujuannya ke Kalsel selain ke DPRD juga ke Kesbangpol Provinsi
Kalsel.
Selaku diplomat Amerika, Weston mengaku sangat beruntung
bisa hadir ke Kalsel. Karena sebagai diplomat, tidak melulu harus berada di
Jakarta. Tapi juga perlu melihat perkembangan di daerah, karena ini sangat
penting bagi negaranya.
Terlebih ke depan, Kalimantan Timur akan menjadi ibu kota
baru, dan tentunya Kalsel juga memiliki peran yang sangat penting.
Terkait hanya dua partai politik yang ada di AS, menurut
Weston sesungguhnya juga ada kelemahan jika masyarakatnya tidak siap. Karena
berisiko terjadinya polarisasi yang sangat besar dibanding dengan negara yang
banyak partainya.
” Perbedaan di Indonesia yang banyak partai dengan
Amerika yang hanya 2 partai, karena masyarakat Amerika yang memilih memiliki
kesamaan dengan idiologi yang ada di partai. Jadi bukan karena alasan atau
kepentingan pribadi,” kata Weston.
Meski demikian, Weston mengakui Indonesia merupakan salah
satu negara yang sukses menyelenggarakan pemilu serempak dalam satu hari. Hal
itu tentunya menjadi sesuatu yang amat
penting bagi AS. (yb/pik/foto: ipik)
