JAKARTA, banuapost.co.id– Meski Indonesia banyak memiliki perempuan hebat, namun banyak pula yang belum memiliki kepercayaan diri.
Padahal negara memberikan kesempatan kepada seluruh Warga Negara
Indonesia (WNI), baik sebagai calon presiden atau wakil presiden.
“Itu
karena kaum saya sendiri belum mempunyai kepercayaan diri. Kami sendiri memperlemah,
membuat diri terpuruk. Padahal negara sudah memberikan kesempatan untuk bangkit
di segala penjuru, seperti kaum laki-laki,” tegas Ketua Dewan Pengarah Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri.
Ketua Umum PDI-Perjuangan itu mengungkapkan hal tersebut dalam seminar
nasional yang mengusung tema: “Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju” yang
diselenggarakan BPIP di Lantai 4 Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pasific
Place, Jakarta Selatan, Ahad (22/12).
Dengan
kondisi tak memiliki kepercayaan diri itu, Megawati mengaku kesepian karena banyak
di antara kaum perempuan yang tak mau memilih terlibat di bidang politik.
“Banyak
kaum perempuan hebat-hebat. Tetapi saya merasa kesepian karena banyak
tidak mau masuk politik,” tandasnya.
Memang sulit masuk ke politik, lanjut Presiden ke-5 RI ini, karena
saat ini sebagian besar perempuan masih memandang bidang politik adalah hal
yang tabu. Padahal bidang politik, menyangkut kehidupan masyarakat
sehari-hari.
“Politik
itu tabu, itu tempat laki-laki. Padahal politik itu kalau mau tahu, umpama
kenapa harga cabai, bawang naik? Itu sebenarnya sudah berpolitik,” jelasnya.
Mega mengaku sempat mendapatkan pertanyaan mengapa memilih untuk
mencalonkan diri menjadi seorang presiden.
“Banyak kaum perempuan bertanya. Ibu kenapa menjadi Presiden?
Karena saya berjuang,” ucapnya.
Sayangnya sewaktu mencalonkan diri sebagai presiden untuk
periode 2004-2009, sambung Mega, justru tidak didukung langsung kaum hawa.
“Saya
merindukan sekiranya ada yang mulai kaum perempuan berkeinginan menjadi wakil
presiden, menjadi presiden, why not?
tidak ada suara seperti itu,” imbuhnya.
Padahal, tambah Mega, yang harus mengumandangkan kaum perempuan itu sendiri. Lebih menyedihkan
lagi kalau kaum perempuan mengatakan ingin menjadi presiden. Namun membatalkan karena
ketidakpercayaan diri, sehingga lebih memilih laki-laki yang jadi. (yb/one/foto: ist)
