JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah membentuk Badan Otoritas Pembangunan (BOP) Ibu Kota Baru. Keberadaan badan ini setingkat menteri.
“Badan ini akan segera di perpres
(peraturan presiden)-kan. Karena proses di tingkat antar kementerian sudah
selesai,” ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasioal (PPN)/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, kepada awak
media usai mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang oersiapan pemindahan ibu
kota di Istana Negara, Senin (16/12) sore.
Menurut
Suharso, kewenangan Badan Otoritas itu sejak mempersiapkan, membangun dan
kemudian proses pemindahan.
Pemilihan Badan Otoritas ini
karena menyangkut kewenangan-kewenangan atas tanah, atas lahan dan supaya
pembangunan tersentral dengan baik secara administrasi, terutama dalam hal
kewenangan atas lahan saat dibuat satu kerjasama atau KPBU dengan pihak ketiga.
“Jadi
itu kemudahan yang mau kita berikan pada Badan Otoritas,” jelas Suharso seraya
menambahkan, Perpres pembentukan Badan Otorita itu sudah selesai, tinggal
finishingnya saja.
Adapun
bentuk pemerintahannya, sambung Suharso, telah disepakati adalah provinsi,
otonomi provinsi. Tetapi di dalam area ibu kota seluas 256.000 hektare itu, ada
area sekitar 56.000 hektare yang menjadi kawasan khusus yang tidak masuk di
dalam daerah otoritas, daerah pemerintahan.
“Jadi
dia tidak masuk dalam daerah otonomi pemerintahan dan nanti akan diurus oleh
seorang manager city atau city manager,” jelas Suharso.
Menteri
PPN/Kepala Bappenas juga menyampaikan, untuk pembangunan ibu kota baru itu
semaksimal mungkin tidak akan menggunakan sumber-sumber pembiayaan yang pada
umumnya.
Namun pemerintah ingin
menggunakan sumber-sumber dana pembangunan baru, termasuk dalam hal ini
mengundang investasi, para investor asing.
Sesuai
timeline yang sudah dibuat, menurut Suharso, diharapkan 2021 sudah dilakukan groundbreaking
pembangunan ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur.
“Sebelum
ground breaking, tentu infrastruktur dasar termasuk drainase, jalan-jalan
nasional, itu sudah bisa kita mulai semester pertama tahun depan,” katanya. (yb/bgla/foto: ist)
