KOTABARU, banuapost.co.id– Jajaran Polsek Pulau Laut Tengah kembali meringkus satu anggota komplotan penggerogot PT SILO. Kali ini wakar di pelabuhan milik perusahaan batubara itu di Desa Salino.
Sebelumnya, 6 orang dalam di perusahaan yang bertugas
sebagai keamanan, diamankan karena dugaan nyolong kabel power. Akibat kejahatan
ini, PT SILO rugi Rp 1.2 miliar.
Satu pelaku terakhir yang ditangkap, Rah, penjaga malam
perusahaan saat tengah bertugas Rabu (4/12) malam.
“Dengan diringkusnya satu anggota komplotan ini, masih tersisa
lima pelaku lagi yang dalam pencarian,” jelas Kapolsek Pulau Laut Tengah, Iptu
H Pato S Tompo, yang diminta penjelasannya, Kamis (5/12).
Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut kapolsek,
sedikitnya ada 12 tersangka dalam kasus pencurian peralatan milik perusahaan
tersebut.
Pengungkapan kasus di PT SILO ini, menurut Iptu H Pato,
ditangani langsung Kanitreskrim Aipda Ade Purwanto, setelah kasusnya dilaporkan
pihak perusahaan ke Polsek Pulau Laut Tengah.
“Khusus untuk lima tersangka lagi, masih dalam
perburuan. Namun tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain lagi, Karena itu kita
lihat perkembangan hasil penyidikan nanti,” ucap kapolsek. (her/foto: ist)
